RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Penyebab kebakaran yang menghanguskan empat rumah di Desa Sei Buluh, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Senin (22/6/2026), masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp325 juta.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo mengatakan, hingga kini petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api yang memicu kebakaran.
"Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan," kata Heri.
Saat kejadian, personel Polres Tabalong bersama Polsek Kelua langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan langkah-langkah kepolisian. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi yang pertama kali melihat kebakaran.
Menurut Heri, salah seorang warga bernama Rahmatullah (44) melihat kobaran api pertama kali muncul dari bagian dapur belakang rumah milik Hipni Riadi.
"Salah seorang warga, Rahmatullah (44), melihat kobaran api berasal dari bagian dapur belakang rumah Hipni Riadi," ujarnya.
Rahmatullah kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.
Empat Rumah Terdampak
Sekretaris Desa Sei Buluh, Safrudin, mengatakan kebakaran menghanguskan empat unit rumah milik warga.
Rumah milik Hipni Riadi, Mariatul Kibtiah, dan Arianto mengalami kerusakan berat. Sementara rumah milik Evy Lydia mengalami kerusakan sedang.
"Rumah Hipni Riadi rusak berat, rumah Mariatul Kibtiah rusak berat, rumah Arianto rusak berat dan kondisi rumah Evy Lydia rusak sedang," paparnya.
Keempat rumah tersebut dihuni oleh 17 jiwa, termasuk empat anak-anak.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga bersama petugas pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana bergerak cepat melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar satu jam.
Polisi masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang melanda permukiman warga tersebut. (*)
Editor : M. Ramli Arisno