RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Perkelahian berdarah antara dua warga lanjut usia (lansia) di Desa Sirih Hulu, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin pagi (22/6/2026), berujung maut. Seorang pria berinisial N, 65, tewas setelah mengalami enam luka tebasan akibat serangan menggunakan parang.
Korban diketahui terlibat perkelahian dengan AK, 60, di sebuah kebun yang berada tidak jauh dari rumah korban. Usai kejadian, pelaku dilaporkan melarikan diri dan masih dalam pencarian aparat kepolisian.
Kapolres HSS AKBP Awaludin Syam melalui Kapolsek Kalumpang AKP Samsi membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, laporan diterima polisi pada pagi hari dan petugas langsung menuju lokasi kejadian.
"Benar, pagi tadi sekitar pukul 8, sehabis apel saya mendapat laporan adanya perkelahian di Desa Sirih Hulu, dan kami segera menuju lokasi kejadian," ujar Samsi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami enam luka tebasan. Tiga luka ditemukan di bagian dada kiri dan perut, sementara tiga lainnya berada di tangan kiri.
"Korban sempat dibawa menuju RSUD Hasan Basry, namun dalam perjalanan sudah tidak tertolong. Selanjutnya dilakukan pembersihan luka, penjahitan luka tusukan dan dimintakan Visum Et Repertum (VER)," katanya.
Polisi Dalami Motif Perkelahian
Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif yang memicu perkelahian kedua lansia tersebut. Keterangan sementara dari warga menyebut korban dikenal sebagai sosok yang gemar bercanda, sedangkan pelaku memiliki sifat temperamental.
"Kami akan gali lebih mendalam motifnya setelah pelaku berhasil ditangkap," ujar Samsi.
Pihak Polsek Kalumpang juga telah melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga pelaku agar membantu menyerahkan AK kepada pihak berwajib.
"Kami sudah melakukan upaya persuasif kepada pihak keluarga pelaku untuk membantu menyerahkan yang bersangkutan kepada pihak berwajib, dan pihak keluarga menyanggupi untuk membantu menyerahkan pelaku," tambahnya.
Samsi turut mengimbau masyarakat untuk menghilangkan kebiasaan membawa senjata tajam karena berpotensi memicu tindak kriminal saat terjadi konflik.
"Dari senjata tajam yang kita bawa, ketika terjadi suatu masalah dengan seseorang, kita bisa menjadi spontan menggunakannya untuk menyerang orang. Ini yang sangat berbahaya. Hilangkan kebiasaan tersebut," imbaunya.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah korban. Warga terlihat berdatangan untuk melayat sejak siang hari. Korban dimakamkan sekitar pukul 16.00 Wita di area pemakaman yang berada di samping rumah duka. (*)
Editor : M. Ramli Arisno