RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Tangis keluarga pecah saat jasad Gilang (23), nelayan korban kapal karam akibat ditabrak kapal misterius di perairan Labuan Mas, tiba di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru, Sabtu (20/6) malam. Korban ditemukan setelah empat hari pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Pantauan Radar Banjarmasin di lokasi, keluarga korban dan sejumlah korban selamat tampak berkumpul di rumah sakit dengan suasana penuh duka.
Kesedihan memuncak ketika istri korban yang sedang hamil tiba dan tak kuasa menahan tangis melihat suaminya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga: Kapal Nelayan Terbelah Dua di Kotabaru, Kapten Tewas dan ABK Hilang
Karena jasad korban telah empat hari berada di laut sejak insiden Selasa (16/6), proses pemakaman diputuskan untuk segera dilakukan pada malam yang sama.
"Jenazah korban akan segera dimakamkan malam ini juga, Sabtu (20/6) malam, setelah seluruh proses visum, dimandikan, dan dikafankan di rumah sakit selesai dilakukan," ujar seorang relawan yang enggan disebutkan namanya.
Sebelumnya, jasad Gilang, pemuda asal Makassar yang berdomisili di Perumnas Hilir, tiba di RSUD Pangeran Jaya Sumitra sekitar pukul 18.40 WITA, bertepatan dengan adzan Magrib. Korban dibawa menggunakan ambulans setelah dievakuasi melalui jalur laut dari Perairan Sebuku menuju Pelabuhan Panjang Kotabaru.
Akhir Pencarian Empat Hari
Ditemukannya jasad Gilang pada Sabtu sore sekitar pukul 17.07 WITA menandai berakhirnya operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan.
Tragedi ini bermula saat Kapal Perenggek Ikan (KPI) Mega Harapan yang ditumpangi korban diduga ditabrak kapal besi misterius di Perairan Desa Labuan Mas. Benturan keras menyebabkan kapal nelayan tersebut terbelah dua dan tenggelam.
Insiden tersebut merenggut dua korban jiwa, yakni kapten kapal Muhamad Alwi (40) dan Gilang (23). Sementara lima anak buah kapal (ABK) lainnya berhasil selamat.
Penemuan Gilang sekaligus menjadi akhir dari upaya pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR selama empat hari terakhir di perairan Kotabaru.
Editor : M. Ramli Arisno