Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Setelah 4 Hari Pencarian, Jasad Nelayan yang jadi Korban Ditabrak Kapal Misterius di Perairan Kotabaru Akhirnya Ditemukan

Jumain Radar Banjarmasin • Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:01 WIB
AKHIRNYA KETEMU: Jasad korban dievakuasi Tim SAR Gabungan dan disambut Gabungan Relawan Kotabaru untuk dibawa ke RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru, Sabtu (20/6/2026) sore.(Foto: Jumain/Radar Banjarmasin) 
AKHIRNYA KETEMU: Jasad korban dievakuasi Tim SAR Gabungan dan disambut Gabungan Relawan Kotabaru untuk dibawa ke RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru, Sabtu (20/6/2026) sore.(Foto: Jumain/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Upaya keras Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban tabrakan kapal di laut Kotabaru selama empat hari berturut-turut akhirnya membuahkan hasil. Gilang (23), korban terakhir yang hilang dalam insiden kecelakaan laut di Perairan Kotabaru, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) sore.

Informasi penemuan jasad pemuda asal Makassar yang berdomisili di Perumnas Hilir ini sempat beredar cepat di media sosial masyarakat, sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Koordinator Pos SAR Kotabaru, Adi Maulana membenarkan perihal penemuan jasad korban tersebut. "Benar, jasad korban atas nama Gilang berhasil ditemukan sekitar pukul 17.07 WITA di sekitar Perairan Sebuku," ujar Adi Maulana saat diwawancarai Radar Banjarmasin, Sabtu (20/6/2026) malam.

Adi menjelaskan keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi yang solid dari seluruh unsur yang terlibat di lapangan sejak hari Selasa (16/6/2026) lalu. "Operasi pencarian ini melibatkan Tim SAR Gabungan dari SAR Banjarmasin, Basarnas Kotabaru, BPBD Kotabaru, Satpolairud Polres Kotabaru, Lanal Kotabaru, serta dibantu oleh masyarakat nelayan setempat," tambahnya.

Dari Perairan Sebuku, jasad korban langsung dievakuasi menggunakan speedboat menuju Pelabuhan Panjang Kotabaru. Di dermaga, personil Satpolairud Polres Kotabaru bersama rekan-rekan dari Gabungan Relawan Kotabaru (GRK) sudah siaga menunggu sejak pukul 17.00 WITA.

Jasad korban akhirnya tiba sekitar pukul 18.40 WITA, tepat saat waktu Magrib. Petugas dan relawan langsung membawa korban ke RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru untuk kemudian dilakukan visum.

Berdasarkan data laporan resmi Satpolairud Polres Kotabaru, sebelumnya kecelakaan maut ini menimpa Kapal Perenggek Ikan "MEGA HARAPAN" yang membawa tujuh penumpang, yakni satu kapten dan enam ABK (Anak Buah Kapal). 

Kapal tersebut sedang berlayar dari arah Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung.

Nahas, saat berada di sekitar Perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, kapal kayu tersebut ditabrak oleh kapal misterius yang diduga merupakan kapal penumpang besi berwarna putih-biru.

Dalam rilisnya, Satpolairud mengungkapkan fakta bahwa saat insiden ditabraknya kapal tersebut terjadi, tidak ada satupun korban selamat yang melihat langsung kapal pelaku. 

Hal ini dikarenakan posisi empat orang ABK sedang tertidur pulas dan satu orang lainnya tengah memasak.

Para korban baru tersadar telah menjadi korban kecelakaan laut saat tubuh mereka sudah mengapung di air dan mendapati kondisi kapal MEGA HARAPAN telah hancur terbelah menjadi dua bagian.

Tragedi ini mengakibatkan sang kapten kapal, Muhamad Alwi (40), meninggal dunia di tempat. Sementara lima ABK lainnya, yaitu Bahruddin (43), Muhamad Soleh (26), Amiruddin (40), Alimuddin (43), dan Usman (34) berhasil selamat setelah dievakuasi oleh kapal nelayan yang melintas. 

Gilang (23) yang sempat tenggelam kini telah ditemukan, sekaligus menutup operasi pencarian Tim SAR.

Editor : Fauzan Ridhani
#RSUD Pangeran Jaya Sumitra #kecelakaan kapal nelayan di kotabaru #jasad korban #evakuasi #relawan