RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Nasib nelayan asal Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, akhirnya terungkap setelah empat hari pencarian. Maliki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Desa Senakin, Kamis (18/6) sore.
Korban ditemukan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud Polres Kotabaru, dan solidaritas nelayan setempat setelah melakukan pencarian intensif di tengah cuaca laut yang ekstrem.
Kapolres Kotabaru melalui Kasat Polairud Polres Kotabaru AKP Mohammad Zaini membenarkan penemuan tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (19/6).
Menurutnya, proses pencarian berlangsung cukup berat karena tim harus menghadapi gelombang tinggi dan cuaca yang tidak menentu akibat musim tenggara.
“Selama proses pencarian, tim di lapangan menghadapi kendala cuaca karena saat ini sedang musim tenggara. Gelombang laut di perairan tersebut sangat tidak menentu dan tergolong lumayan besar,” ujar Zaini.
Setelah ditemukan sekitar pukul 16.00 WITA, jenazah Maliki langsung dievakuasi menggunakan kapal dan dibawa ke rumah duka di Desa Rampa untuk diserahkan kepada keluarga.
“Jasad korban langsung kami serahkan kepada pihak keluarga. Dari pihak keluarga sendiri menyatakan menolak untuk dilakukan visum. Berdasarkan informasi yang kami terima, jenazah langsung dikebumikan malam tadi,” tambahnya.
Polairud Ingatkan Nelayan Waspada Cuaca Ekstrem
Tragedi ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Polairud Polres Kotabaru mengimbau nelayan agar selalu menggunakan pelampung (life jacket), membawa alat komunikasi yang memadai, serta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berangkat melaut.
Zaini menegaskan nelayan sebaiknya menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca memburuk atau gelombang tinggi berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kalau memang terpaksa harus melaut, lengkapi semua peralatan keselamatan. Karena kondisi di tengah laut saat ini masih sangat rawan dan cuaca tidak mendukung. Ingat, sayangi keluarga yang menunggu di rumah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Maliki dan berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di perairan Kotabaru. (*)
Editor : M. Ramli Arisno