Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Empat Hari Dicari, Nelayan Desa Rampa Ditemukan Meninggal di Perairan Senakin

Jumain Radar Banjarmasin • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:25 WIB

EVAKUASI: Jasad nelayan yang hilang selama 4 hari dievakuasi dari laut ke Desa Rampa Kotabaru. (Foto: Polairud Polres Kotabaru)
EVAKUASI: Jasad nelayan yang hilang selama 4 hari dievakuasi dari laut ke Desa Rampa Kotabaru. (Foto: Polairud Polres Kotabaru)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Nasib nelayan asal Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, akhirnya terungkap setelah empat hari pencarian. Maliki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Desa Senakin, Kamis (18/6) sore.

Korban ditemukan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud Polres Kotabaru, dan solidaritas nelayan setempat setelah melakukan pencarian intensif di tengah cuaca laut yang ekstrem.

Kapolres Kotabaru melalui Kasat Polairud Polres Kotabaru AKP Mohammad Zaini membenarkan penemuan tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (19/6).

Menurutnya, proses pencarian berlangsung cukup berat karena tim harus menghadapi gelombang tinggi dan cuaca yang tidak menentu akibat musim tenggara.

“Selama proses pencarian, tim di lapangan menghadapi kendala cuaca karena saat ini sedang musim tenggara. Gelombang laut di perairan tersebut sangat tidak menentu dan tergolong lumayan besar,” ujar Zaini.

Setelah ditemukan sekitar pukul 16.00 WITA, jenazah Maliki langsung dievakuasi menggunakan kapal dan dibawa ke rumah duka di Desa Rampa untuk diserahkan kepada keluarga.

“Jasad korban langsung kami serahkan kepada pihak keluarga. Dari pihak keluarga sendiri menyatakan menolak untuk dilakukan visum. Berdasarkan informasi yang kami terima, jenazah langsung dikebumikan malam tadi,” tambahnya.

Polairud Ingatkan Nelayan Waspada Cuaca Ekstrem

Tragedi ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Polairud Polres Kotabaru mengimbau nelayan agar selalu menggunakan pelampung (life jacket), membawa alat komunikasi yang memadai, serta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berangkat melaut.

Zaini menegaskan nelayan sebaiknya menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca memburuk atau gelombang tinggi berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kalau memang terpaksa harus melaut, lengkapi semua peralatan keselamatan. Karena kondisi di tengah laut saat ini masih sangat rawan dan cuaca tidak mendukung. Ingat, sayangi keluarga yang menunggu di rumah,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Maliki dan berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di perairan Kotabaru. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
#nelayan hilang Kotabaru #perairan Desa Senakin #pencarian nelayan hilang #cuaca ekstrem laut #Polairud Polres Kotabaru