Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kapal Nelayan Terbelah Dua di Kotabaru, Kapten Tewas dan ABK Hilang

Jumain Radar Banjarmasin • Selasa, 16 Juni 2026 | 19:41 WIB

TEROMBANG AMBING: Proses penyelamatan nelayan yang kapalnya ditabrak kapal besar yang sampai sekarang masih misterius. (Foto: tangkapan layar video yang tersebar di sosial media)
TEROMBANG AMBING: Proses penyelamatan nelayan yang kapalnya ditabrak kapal besar yang sampai sekarang masih misterius. (Foto: tangkapan layar video yang tersebar di sosial media)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU-  Kecelakaan laut kembali merenggut korban jiwa di perairan Kotabaru. Kapal perenggek ikan Mega Harapan terbelah dua setelah diduga ditabrak kapal besar di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Selasa (16/6) sekitar pukul 09.00 WITA.

Akibat insiden tersebut, kapten kapal Muhamad Alwi (40) ditemukan meninggal dunia. Sementara seorang anak buah kapal (ABK), Gilang (23), dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Kapolsek Pulau Laut Selatan Iptu Ramli Aziz mengatakan, berdasarkan data awal terdapat tujuh orang di dalam kapal yang berangkat dari Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung.

Saat melintas di perairan Desa Labuan Mas, kapal mereka diduga dihantam kapal berbahan besi berwarna putih-biru. Benturan keras membuat kapal nelayan itu terbelah menjadi dua.

Peristiwa terjadi sangat cepat. Sejumlah ABK tidak sempat menyelamatkan diri maupun mengidentifikasi kapal yang menabrak mereka.

Ketika kejadian, empat ABK sedang tertidur setelah bekerja, sementara satu orang lainnya berada di buritan untuk memasak. Para korban selamat baru tersadar saat sudah berada di laut dan mendapati kapal yang mereka tumpangi nyaris tenggelam.

Sekitar pukul 13.00 WITA, lima ABK berhasil dievakuasi nelayan yang melintas dan dibawa ke Desa Labuan Mas.

“Berdasarkan data awal yang kami himpun, ada tujuh orang di dalam kapal tersebut. Fokus utama kami saat ini adalah melakukan pencarian intensif bersama nelayan lokal terhadap satu korban atas nama Gilang yang hingga kini belum ditemukan,” tegas Ramli.

Kasat Polairud Polres Kotabaru AKP Mohammad Zaini membenarkan kejadian tersebut. Namun, hingga Selasa malam, identitas kapal yang diduga menabrak Mega Harapan masih belum diketahui.

“Benar, musibah tersebut terjadi. Namun untuk saat ini kami belum bisa memastikan kapal apa yang menabrak karena semuanya masih dalam proses penyelidikan intensif,” ujarnya.

Menurut Zaini, personel Satpolairud telah diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat pencarian korban sekaligus mengumpulkan bukti-bukti terkait kecelakaan laut tersebut.

“Penyebab pasti dan identitas kapal sedang kami selidiki secara mendalam di lapangan. Kami juga mengimbau kepada seluruh nelayan agar meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melaut, mengingat cuaca dan lalu lintas kapal besar yang terkadang tidak terduga,” tutupnya. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#kecelakaan laut Kotabaru #kapal Mega Harapan #kapal nelayan terbelah #ABK hilang Kotabaru #kapal misterius penabrak