Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pertamina  Gerak Cepat Tangani Insiden Terbakarnya Sebuah Mobil Diduga Pelangsir BBM di SPBU Pelaihari

Raudah Anisya • Minggu, 14 Juni 2026 | 12:48 WIB
HANGUS: Inilah kondisi mobil Sigra yang terbakar di SPBU Pelaihari dekat Mapolres Tala, Jumat (12/6/2026).
HANGUS: Inilah kondisi mobil Sigra yang terbakar di SPBU Pelaihari dekat Mapolres Tala, Jumat (12/6/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat melakukan penanganan atas insiden terbakarnya sebuah mobil diduga digunakan melangsir BBM di SPBU 64.708.01 Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, pada Jumat (12/6/2026).

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun menyampaikan petugas SPBU segera melakukan penanganan awal sesuai prosedur keselamatan yang berlaku sesaat setelah insiden terjadi.

Petugas melakukan pengamanan area dan tindakan mitigasi awal, dilanjutkan dengan koordinasi bersama tim Pemadam Kebakaran,  serta instansi terkait hingga situasi berhasil ditangani dengan baik.

“Keselamatan masyarakat, pelanggan, dan pekerja menjadi prioritas utama kami. Petugas di lokasi bergerak cepat melakukan pengamanan area dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku untuk memastikan situasi tetap terkendali,” ujar Edi.

Berdasarkan informasi awal, kendaraan sebelumnya telah melakukan pengisian BBM jenis Pertalite dan telah bergerak menuju jalur keluar SPBU. Pada saat kejadian berlangsung, layanan penyaluran BBM di SPBU telah memasuki masa penghentian operasional sementara dalam rangka persiapan ibadah Sholat Jumat. Seluruh pompa berada dalam kondisi tidak beroperasi dan aliran listrik SPBU telah dimatikan.

Pertamina memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengemudi mobil yang mengalami cedera ringan telah mendapatkan penanganan awal di lokasi dan selanjutnya memperoleh perawatan medis lebih lanjut.

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mendukung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung. Berdasarkan indikasi awal, kejadian diduga berkaitan dengan kondisi teknis pada kendaraan. Namun demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari instansi yang berwenang. Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi berdasarkan hasil investigasi yang sedang berjalan,” lanjut Edi.

Pertamina juga memastikan tidak terdapat dampak terhadap fasilitas utama SPBU. Saat ini, area kejadian telah diamankan guna mendukung proses pemeriksaan oleh pihak terkait.

Selain mendukung proses investigasi, Pertamina melakukan evaluasi terhadap sarana dan fasilitas operasional, pemeriksaan rekaman CCTV, serta penguatan penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) kepada seluruh petugas SPBU. Sebagai langkah kehati-hatian, operasional SPBU dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan dan evaluasi keselamatan selesai dilakukan.

“Keselamatan menjadi prioritas utama Pertamina dalam setiap kegiatan operasional. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan sesuai standar keselamatan yang berlaku,” tutup Edi.

Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait layanan dan distribusi energi dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 yang tersedia 24 jam, melalui email pcc135@pertamina.com, atau media sosial resmi @pertamina135.

Editor : Fauzan Ridhani
#SPBU Pelaihari #Pertamina Patra Niaga #Edi Mangun #investigasi #kabupaten tanah laut