RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian Nurhasanah binti Ardian alias NBA (50), warga Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, yang diduga tenggelam saat mencari rebung di sungai setempat.
Keputusan penghentian operasi diambil setelah tiga hari pencarian intensif tidak membuahkan hasil. Evaluasi bersama dilakukan pada Kamis (11/6) petang melibatkan seluruh unsur SAR, aparat terkait, perangkat desa, serta keluarga korban.
Nurhasanah dilaporkan hilang setelah diduga terpeleset ke sungai saat mencari rebung di sekitar bantaran Sungai Desa Rantau Nangka pada Minggu (7/6) sore. Informasi kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin dari Kepala Lingkungan Desa Rantau Nangka, Salmani, pada 9 Juni 2026.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Cari Perempuan 50 Tahun yang Diduga Tenggelam Saat Cari Rebung
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai prosedur operasi SAR.
"Hingga hari ketiga korban belum ditemukan, sehingga berdasarkan hasil evaluasi bersama operasi SAR dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan," ujarnya, Kamis (11/6) malam.
Pada hari terakhir operasi, Tim SAR Gabungan memulai pencarian dengan briefing pukul 07.00 Wita. Personel kemudian dibagi menjadi dua regu untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dengan cakupan area sekitar empat kilometer dari titik yang diduga menjadi lokasi korban jatuh.
Operasi melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Unit Siaga SAR Tapin, Polsek Sungai Pinang, BPBD Kabupaten Tapin, TRT Tapin, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Tim juga didukung berbagai peralatan, mulai dari rubber boat, perlengkapan water rescue, peralatan selam, Aqua Eye, hingga perangkat komunikasi.
Operasi Berakhir, Pemantauan Tetap Dilakukan
Meski pencarian dilakukan secara intensif dan terkoordinasi hingga pukul 18.00 Wita, korban belum berhasil ditemukan. Setelah seluruh metode pencarian yang direncanakan dilaksanakan tanpa hasil, operasi SAR resmi dihentikan.
"Berdasarkan hasil evaluasi bersama dan kesepakatan keluarga korban serta seluruh unsur yang terlibat, operasi SAR resmi dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan," kata Putu.
Ia menjelaskan, operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau informasi baru yang mengarah pada lokasi korban.
Setelah debriefing penutupan operasi pukul 18.10 Wita, seluruh personel kembali ke satuan masing-masing. Putu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR, aparat, relawan, dan masyarakat yang terlibat selama proses pencarian.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR, aparat terkait, relawan, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan selama operasi berlangsung," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama di sungai yang memiliki arus dan kondisi yang berpotensi membahayakan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno