Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kematian Balita di Jalan Kasturi 2 Banjarbaru, Warga Sebut Ibu Korban Tertutup

Sheilla Farazela • Senin, 8 Juni 2026 | 14:55 WIB
OLAH TKP: Pihak kepolisian saat olah TKP di tempat tinggal korban beberapa waktu lalu. (Sheilla/Radar Banjarmasin)
OLAH TKP: Pihak kepolisian saat olah TKP di tempat tinggal korban beberapa waktu lalu. (Sheilla/Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Terungkapnya kasus kematian balita tiga tahun berinisial NS di Jalan Kasturi, Landasan Ulin Utara, Banjarbaru, mengejutkan lingkungan sekitar tempat tinggal korban.
 
Tetangga mengaku tidak mengetahui adanya dugaan penganiayaan terhadap balita yang kini tengah diselidiki pihak Kepolisian. Salah satu warga yang tinggal tepat berseberangan dengan rumah kos tempat korban di Jalan Kasturi 2, Giatmi mengatakan dirinya baru mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap balita tersebut setelah kasus itu mencuat dan ditangani pihak berwajib.
 
"Terkejut saya. Tidak pernah mengira sama sekali kalau ada kejadian seperti itu," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Senin (8/6/2026).
 
Sejauh ini, ujar Giatmi, ibu korban dikenal sebagai sosok yang cenderung menutup diri dan jarang berinteraksi dengan warga di lingkungan sekitar.
Selama tinggal di kawasan tersebut, ia mengaku sangat jarang melihat sang ibu korban berbaur dengan tetangga. "Kalau ketemu orang memang jarang bergaul. Tegur sapa juga tidak pernah,"  katanya.
 
Meski demikian, Giatmi mengaku beberapa kali pernah melihat NS berada di sekitar tempat tinggalnya. Namun, ia tidak pernah melihat anak tersebut bermain bersama anak-anak lain di lingkungan sekitar. "Kalau bermain saya tidak pernah lihat, tetapi memang kadang-kadang saya melihat anaknya keluar, cantik dia," ujarnya.
 
Kasus kematian balita tersebut menjadi perhatian setelah Polisi melakukan penyelidikan dan autopsi terhadap jenazah korban. Giatmi mengaku tidak menyangka kasus yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya dapat berujung pada proses hukum. 
 
"Saya tidak menyangka. Orang tua kok bisa sampai segitunya memperlakukan anaknya. Kok Sampai hatinya," tutupnya.
 
Editor : Sutrisno
#dugaan kekerasan seksual verbal #kematian balita #menutup diri #banjarbaru #Penganiayaan