RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin - Tim SAR Gabungan menemukan Oktovelo Kandy Irawan, 10 tahun, bocah yang dilaporkan tenggelam di Danau Komplek Arraudah 6, Karang Jawa, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (7/6). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian selama hampir sembilan jam.
Korban merupakan warga Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat. Tim SAR menemukan jasad korban sekitar pukul 18.20 WITA, sekitar 10 meter dari titik yang diduga menjadi lokasi awal korban tenggelam.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu, Oktovelo mandi dan berenang bersama sejumlah temannya di danau galian tersebut. Ketika berada di tengah danau, korban diduga mengalami kesulitan berenang dan sempat meminta pertolongan.
Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil dilakukan hingga korban tenggelam.
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin pada pukul 12.15 WITA dari anggota Brimob Tanah Bumbu, Suristo. Setelah menerima laporan, Unit Siaga SAR Batulicin langsung mengerahkan personel dan peralatan water rescue ke lokasi.
Pencarian Terkendala Lumpur Dasar Danau
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Unit Siaga SAR Batulicin, Brimob Tanah Bumbu, Satpolairud Tanah Bumbu, Polsek Simpang Empat, Koramil, Babinsa, BPBD Tanah Bumbu, Damkar Tanah Bumbu, PT Jhonlin Rescue, hingga masyarakat setempat.
Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.
Proses pencarian sempat mengalami kendala akibat jarak pandang di bawah air yang sangat terbatas. Endapan lumpur di dasar danau membuat penyelam harus bekerja lebih hati-hati saat melakukan pencarian.
Meski demikian, korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Marina Batulicin sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja sama secara maksimal dalam pelaksanaan operasi ini. Korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar perairan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengawasi anak-anak saat berada di sekitar sungai, danau, maupun area perairan lainnya. Pengawasan yang memadai sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” katanya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR pencarian korban tenggelam di Danau Komplek Arraudah 6 resmi ditutup pada Minggu malam. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing. (*)
Editor : M. Ramli Arisno