RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai.
Salah satu mahasiswinya, Billa Natasya Putri, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sabtu (6/6/2026) malam.
Kepergian mahasiswi Semester IV Program Studi Administrasi Publik itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi civitas akademika kampus.
Billa dikenal sebagai sosok yang santun, ramah, aktif, dan memiliki prestasi akademik yang baik.
Ketua STIA Amuntai Dr. Reno Affarian mengaku sangat kaget saat menerima kabar duka tersebut.
Menurut dia, almarhumah merupakan mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.
“Billa adalah mahasiswi yang sangat baik, berperilaku sopan, serta aktif dalam kegiatan akademik maupun kegiatan kemahasiswaan. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar STIA Amuntai,” ujarnya.
Kabar wafatnya Billa terasa semakin menyayat hati karena hanya beberapa jam sebelum kecelakaan terjadi, ia masih berada di kampus.
Siang harinya, Billa menerima bantuan pendidikan Program 1.000 Sarjana Balangan.
Momen itu kini menjadi kenangan terakhir civitas akademika STIA Amuntai bersama almarhumah.
“Siang tadi dia masih ada di kampus. Senyumnya masih kami lihat ketika menerima beasiswa. Tidak ada yang menyangka, beberapa jam kemudian kami menerima kabar duka yang sangat mengejutkan,” tutur Reno kepada Radar Banjarmasin melalui sambungan telepon.
Billa Natasya Putri lahir di Teluk Daun pada 3 Februari 2006 dan merupakan warga Desa Hampa Raya, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan.
Di mata dosen dan rekan-rekannya, ia dikenal rendah hati, rajin belajar, serta memiliki cita-cita besar untuk mengabdikan diri bagi daerah asalnya.
Kabar meninggalnya Billa dengan cepat menyebar di lingkungan kampus dan media sosial. Ucapan belasungkawa datang dari mahasiswa, alumni, dosen, hingga masyarakat yang mengenalnya.
Pihak STIA Amuntai turut menyampaikan duka cita mendalam dan mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan menghadapi musibah ini,” ucap Reno.
Saat ini jenazah almarhumah disemayamkan di RSUD Pambalah Batung Amuntai sebelum dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepergian Billa menjadi pengingat bahwa kehidupan dapat berubah dalam sekejap. Di tengah perjuangannya menuntut ilmu dan meraih cita-cita, takdir berkata lain.
Namun, sosoknya yang baik, rendah hati, dan penuh semangat akan tetap dikenang keluarga, sahabat, serta civitas akademika STIA Amuntai. (*)
Editor : M. Ramli Arisno