RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Kemunculan ular kobra hitam atau yang dikenal warga sebagai tadung sembur meresahkan penghuni Kompleks CPS II RT 21, Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Reptil berbisa itu dilaporkan beberapa kali muncul di sekitar permukiman dan hingga kini belum berhasil ditangkap.
Kekhawatiran warga memuncak setelah ular tersebut kembali terlihat pada Rabu malam (3/6) sekitar pukul 21.00 Wita.
Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) HSU.
Mendapat laporan, tim rescue Damkar HSU langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Ular terakhir kali terlihat berada di sekitar salah satu rumah warga di dalam kompleks.
Petugas yang dilengkapi perlengkapan pelindung khusus kemudian menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyian ular.
Namun proses pencarian tidak berjalan mudah karena kondisi lingkungan yang padat dan ruang gerak yang terbatas.
Ular Diduga Bersembunyi di Kolong Rumah
Dalam upaya menemukan ular, petugas menduga reptil tersebut bersembunyi di kolong rumah warga.
Dugaan itu membuat tim rescue harus membongkar sebagian lantai kayu ulin untuk memperluas area pencarian.
Meski berbagai upaya dilakukan, posisi ular yang sulit dijangkau membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama. Pencarian berlanjut hingga sekitar pukul 23.00 Wita.
Namun hingga operasi dihentikan, ular kobra hitam tersebut belum berhasil ditemukan maupun diamankan petugas.
Petugas Rescue Damkar HSU, Edy Saputra, membenarkan adanya laporan kemunculan ular berbisa tersebut di Kompleks CPS II.
“Benar, kami merespons laporan warga terkait kemunculan ular kobra hitam di Kompleks CPS II. Namun hingga pencarian selesai dilakukan, ular tersebut belum berhasil diamankan,” ujarnya kepada Radarbanuamasin.jawapos.com, Kamis (4/6).
Damkar Minta Warga Tetap Waspada
Edy mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila ular kembali terlihat di lingkungan permukiman.
“Kami mengimbau warga untuk segera melapor apabila ular tersebut muncul kembali agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Menurut dia, operasi pencarian itu menjadi salah satu proses rescue yang cukup panjang karena medan yang sulit dan akses yang terbatas.
“Rescue di Kompleks CPS tadi malam merupakan operasi yang cukup panjang. Meski belum berhasil menangkap ular yang meresahkan warga, petugas telah berupaya maksimal melakukan pencarian,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan warga Kompleks CPS II, Fadli, mengapresiasi respons cepat yang diberikan Damkar HSU dalam menangani laporan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas Damkar yang sudah cepat datang dan membantu melakukan pencarian ular tersebut,” ucapnya.
Hingga Kamis pagi, warga masih diminta waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar rumah, semak-semak, kolong bangunan, maupun area lain yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular. (*)
Editor : M. Ramli Arisno