RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Warga Jalan Nilam Nomor 14, RT 010, RW 005, Kelurahan Pasayangan, Martapura, dibuat geger setelah seekor biawak masuk dan bersembunyi di loteng rumah milik Muhammad Aini, Minggu (24/5/2026) siang.
Kemunculan reptil jenis Varanus itu membuat penghuni rumah panik karena hewan tersebut berada di area plafon rumah dan sulit dijangkau.
Laporan kemudian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Banjar sekitar pukul 11.45 Wita.
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarpras Disdamkarmat Banjar, M Kasyaf R mengatakan tim Animal Rescue langsung bergerak menuju lokasi usai menerima laporan warga.
“Sesampainya di lokasi, petugas mendapati seekor biawak berada di loteng rumah dan langsung melakukan proses penangkapan,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Petugas sempat melakukan penyisiran di area plafon untuk memastikan posisi hewan tersebut sebelum akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.47 Wita.
Setelah biawak berhasil diamankan, petugas memastikan kondisi rumah kembali aman dari ancaman hewan liar.
Menurut Kasyaf, biawak diduga naik ke loteng karena mengejar mangsa seperti tikus yang banyak bersarang di area plafon rumah kosong atau jarang digunakan.
“Loteng yang jarang diakses biasanya menjadi tempat persembunyian tikus. Predator seperti biawak akhirnya ikut masuk untuk mencari makan,” katanya.
Ia menjelaskan fenomena hewan liar masuk permukiman warga belakangan semakin sering terjadi, terutama saat musim hujan atau perubahan cuaca ekstrem.
Selain biawak, Damkar Banjar juga kerap menerima laporan evakuasi ular, anjing liar, hingga monyet yang masuk kawasan permukiman.
“Faktor cuaca dan ketersediaan makanan sangat memengaruhi pergerakan hewan liar. Kalau mangsanya masuk rumah warga, predatornya juga ikut mendekat,” jelasnya.
Kasyaf mengungkapkan layanan Animal Rescue kini justru menjadi salah satu tugas yang paling sering dilakukan petugas Damkar dibanding penanganan kebakaran.
“Intensitas penyelamatan non-kebakaran sekarang lebih sering kami tangani dibanding kejadian kebakaran itu sendiri,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan evakuasi hewan liar tidak hanya berasal dari ancaman hewan berbahaya seperti ular cobra atau risiko rabies, tetapi juga kondisi rumah warga yang sempit dan sulit dijangkau.
“Kalau posisi hewan berada di plafon atau ketinggian, risikonya bertambah karena petugas juga harus menjaga keselamatan saat evakuasi,” katanya.
Usai diamankan, biawak tersebut dibawa ke Mako Damkar Banjar untuk dikarantina sementara sebelum dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman warga.
Kasyaf mengimbau masyarakat menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangnya hewan mangsa seperti tikus dan katak.
“Kalau lingkungan bersih dan tidak ada mangsanya, hewan liar seperti biawak maupun ular biasanya tidak tertarik masuk ke rumah warga,” pungkasnya.
Editor : Arif Subekti