RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Polres Banjarbaru hingga kini masih menangani kasus dugaan bullying di salah satu SMP swasta di Kota Idaman. Pihaknya pun membuka ruang mediasi bagi kedua belah pihak.
Kapolres Banjarbaru AKB Pius X Febry Aceng Loda mengungkapkan, kasus itu bermula dari laporan orang tua siswa yang mengaku anaknya diintimidasi. Namun, setelah diselidiki mendalam, anak terlapor ternyata juga merupakan korban perundungan (bullying) di sekolah. "Ironisnya, salah satu terduga pelaku perundungan tersebut adalah anak dari pelapor sendiri," katanya.
Ia mengungkapkan, persoalan ini berkembang hingga menimbulkan trauma. Bahkan, salah satu anak sampai memilih pindah sekolah karena merasa sudah tidak nyaman lagi.
Mengingat semua pihak yang terlibat masih di bawah umur, Polres Banjarbaru mengedepankan pendekatan perlindungan anak. Polisi merangkul pihak sekolah, pemerintah daerah, hingga mendapat atensi khusus dari Wali Kota Banjarbaru untuk memfasilitasi mediasi.
Pius menegaskan, penanganan kasus berjalan profesional dan transparan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi atau menggiring opini liar yang tidak sesuai fakta di lapangan.
"Jika ingin tahu perkembangan kasusnya, silakan datang langsung ke Satreskrim Polres Banjarbaru. Kami sangat terbuka," tegasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief