Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

ABK Pingsan di Tengah Laut, Tim SAR Kerahkan KN Laksamana untuk Evakuasi Medis

M Fadlan Zakiri • Jumat, 8 Mei 2026 | 23:14 WIB

BERGERAK: Tim SAR gabungan menggunakan KN SAR 241 Laksamana bergerak dari Dermaga Basirih menuju Perairan Tanjung Selatan untuk mengevakuasi ABK KM Mahogani Banda yang mengalami kondisi darurat medis saat pelayaran, Jumat (8/5/2026). (BASARNAS BANJARMASIN)
BERGERAK: Tim SAR gabungan menggunakan KN SAR 241 Laksamana bergerak dari Dermaga Basirih menuju Perairan Tanjung Selatan untuk mengevakuasi ABK KM Mahogani Banda yang mengalami kondisi darurat medis saat pelayaran, Jumat (8/5/2026). (BASARNAS BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Seorang anak buah kapal (ABK) KM Mahogani Banda berinisial RTK (27) harus dievakuasi secara darurat setelah tiba-tiba tak sadarkan diri saat kapal tengah berlayar di Perairan Tanjung Selatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Jumat (8/5/2026).

Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan kondisi darurat itu sekitar pukul 13.10 WITA dari rekan korban, Wahyu Purnomo. Tak lama berselang, satu tim rescue langsung diberangkatkan dari Dermaga Basirih pukul 13.30 WITA menggunakan KN SAR 241 Laksamana.

"Korban dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga kehilangan kesadaran saat kapal masih berada di tengah pelayaran," jelas SAR Mission Coordinator (SMC) Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana.

Tiga Jam Tempuh Lokasi, Unsur Gabungan Dikerahkan

Operasi evakuasi medis ini melibatkan sejumlah unsur gabungan, antara lain Lanal Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, Kantor Karantina Kesehatan, serta pihak agen kapal. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam.

Selain kapal utama, tim turut membawa perlengkapan medis, tandu, rescue car, dan peralatan pendukung lainnya guna mempercepat proses pemindahan korban untuk penanganan lanjutan.

"Begitu informasi diterima, kami segera mengerahkan personel dan alutsista laut menuju lokasi untuk melaksanakan evakuasi medis terhadap korban," kata Putu.

Sebelum tim SAR tiba, korban sempat mendapat penanganan awal dari sesama ABK di atas kapal.

Cuaca Mendukung, Gelombang Relatif Tenang

Kondisi cuaca di lokasi operasi dilaporkan cukup bersahabat—cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter—sehingga perjalanan tim rescue berjalan relatif lancar.

Perairan Tanjung Selatan berada di ujung selatan Pulau Kalimantan, wilayah Kabupaten Tanah Laut. Kawasan ini dikenal sebagai jalur pelayaran strategis, namun cuacanya bisa berubah cepat dan berpotensi ekstrem.

Putu menegaskan, kecepatan penanganan menjadi kunci dalam kedaruratan medis di laut. "Penanganan cepat sangat penting dalam kondisi kedaruratan medis di laut guna meminimalkan risiko yang lebih fatal," ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses evakuasi medis masih berlangsung. Putu mengimbau seluruh operator dan awak kapal agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan kru selama pelayaran serta memastikan ketersediaan alat keselamatan dan komunikasi untuk mempercepat penanganan darurat. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#evakuasi medis ABK #SAR Banjarmasin #ABK pingsan di Perairan #KN SAR 241 Laksamana #Kedaruratan medis kapal