Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

92 Kios Pasar Harum Manis Hangus, 69 Pedagang Terdampak

Maulana Radar Banjarmasin • Jumat, 8 Mei 2026 | 18:40 WIB
SISAKAN PUING: Kebakaran menghanguskan puluhan kios di Pasar Harum Manis, kawasan Pasar Lima, Banjarmasin Tengah, Senin (4/5) subuh.
SISAKAN PUING: Kebakaran menghanguskan puluhan kios di Pasar Harum Manis, kawasan Pasar Lima, Banjarmasin Tengah, Senin (4/5) subuh.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Harum Manis, Pasar Lima, Banjarmasin Tengah, Senin (4/5) sekitar pukul 04.00 Wita. Ada 92 kios dilaporkan hangus dilalap si jago merah.

Api dengan cepat menyebar dari deretan kios di belakang bangunan Pasar Harum Manis II. Material bangunan yang didominasi kayu membuat kobaran api tak terkendali, dan merambat ke kios lainnya dalam waktu singkat.

Tak hanya bangunan, berbagai komoditas dagangan ikut musnah. Mulai dari bawang merah, bawang putih, bawang bombai, minyak goreng, kemiri, asam jawa, hingga bahan dapur lainnya ludes terbakar.

Setelah berjibaku selama empat jam, relawan pemadam kebakaran gabungan akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 08.00 Wita. Meski api telah padam, proses pembasahan masih dilakukan karena titik-titik asap masih muncul di lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sebanyak 69 pemilik kios terdampak dengan kerugian yang diperkirakan mencapai angka besar.

Petugas dari BPBD Kota Banjarmasin, Polsek Banjarmasin Tengah, dan Perumda Pasar langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan korban.

Salah satu pedagang, Ali (37) mengaku mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Sekitar lima ton bawang miliknya hangus terbakar. “Barang baru datang tadi malam sekitar pukul 22.00 Wita, belum sempat didistribusikan. Hari ini, rencananya mau dikirim ke sejumlah daerah di Kalsel hingga Kalteng,” ujarnya.

Ia menambahkan, sisa barang yang tidak terbakar pun sudah tidak layak jual karena rusak akibat panas dan air. “Yang kena api atau basah pasti rusak dan cepat busuk,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah, Ipda Raihan Fakhri Primanvinsyah menyebut kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. “Berdasarkan keterangan saksi, api sudah dalam kondisi besar saat pertama terlihat. Dugaan sementara akibat arus pendek listrik,” jelasnya.

Saat ini, polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian, dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, Abdan Syakura mengakui pihaknya belum dapat memastikan total kerugian akibat kebakaran yang melanda kawasan pasar. Apalagi Perumda Pasar belum memiliki kecakapan teknis untuk menghitung secara rinci besaran kerugian yang dialami para pedagang. “Untuk sementara kami belum bisa mengukur berapa total kerugian pascakebakaran,” ujarnya.

Abdan menjelaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna melakukan identifikasi dan pendataan secara menyeluruh terhadap dampak kebakaran. Langkah tersebut dinilai krusial agar penanganan pascakejadian dapat dilakukan secara tepat sasaran dan efektif. “Nanti kami berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengidentifikasi kerugian yang dialami para pedagang. Saat ini fokus kami mempercepat proses pendataan terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia menambahkan, percepatan pendataan juga menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk rencana relokasi bagi para pedagang terdampak. “Setelah pendataan selesai, kita bisa segera merelokasi mereka agar bisa kembali berdagang,” pungkasnya.

Kebakaran Pasar Harum Manis Banjarmasin

Dampak Kebakaran
* 92 kios hangus terbakar.
* 69 pedagang terdampak.
* Tidak ada korban jiwa.

Penyebab Sementara
* Diduga korsleting listrik.
* Api sudah membesar saat pertama terlihat.

Komoditas terbakar:
* Bawang merah & putih.
* Bawang bombai.
* Minyak goreng.
* Kemiri, asam jawa, dll.
* Kerugian belum bisa dihitung.

Langkah Pemerintah
* Pendataan kerugian dipercepat.
* Koordinasi lintas instansi.
* Rencana relokasi pedagang.
* Pemulihan aktivitas perdagangan.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#kalimantan selatan #banjarmasin #Kebakaran #Pasar