Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Misteri Segera Terkuak, Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Ustazah di Banjarbaru Diringkus Polisi

Sheilla Farazela • Jumat, 1 Mei 2026 | 21:56 WIB
OLAH TKP: Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP penemuan mayat ustazah di Sungai Ulin, Banjarbaru. (Foto: Polres Banjarbaru) 
OLAH TKP: Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP penemuan mayat ustazah di Sungai Ulin, Banjarbaru. (Foto: Polres Banjarbaru) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Misteri kematian ustazah muda yang jasadnya ditemukan di semak-semak di Sungai Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan akan segera terkuak. 

Polisi memastikan telah mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Kedua terduga pelaku ditangkap jajaran Polres Banjarbaru pada Jumat (1/5/2026). 

Mereka diduga terlibat dalam pembunuhan ustazah berinisial HN (25), pengajar di Pondok Pesantren Muraa’tul Lughah Martapura.

“Benar (sudah diamankan),” ujar Kasi Humas Polres Banjarbaru, Iptu Kardi, saat dikonfirmasi, Jumat malam.

Meski demikian, polisi belum merinci identitas pelaku, termasuk motif dan modus pembunuhan. Kepolisian menyatakan akan menyampaikan secara lengkap dalam rilis resmi.

Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu (29/4/2026) malam di lahan kosong kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru Utara.

Warga lebih dulu menemukan sepeda motor milik korban terparkir di sekitar lokasi, sebelum akhirnya jasad korban ditemukan di area semak-semak tak jauh dari akses menuju rumahnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami sejumlah luka berat akibat kekerasan. Di antaranya patah pada bagian tengkuk, rahang, serta trauma tumpul di kepala yang menyebabkan pendarahan hebat.

Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual dalam kasus ini.

Korban diketahui merupakan seorang mudarrisah atau pengajar bahasa Arab di pondok pesantren. Selain mengajar, ia juga bekerja di toko aksesoris.

Rekan korban, Shopia (26), menyebut korban terakhir terlihat beraktivitas normal sebelum tiba-tiba tidak masuk mengajar tanpa kabar.

“Biasanya kalau izin selalu memberi tahu. Saat tidak ada kabar, kami mulai merasa heran,” ujarnya.

Korban diketahui tinggal di Jalan Seledri, berjarak sekitar 200 meter dari lokasi penemuan jasadnya.

Editor : Sutrisno
#banjarbaru #pembunuhan Banjarbaru