RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Gudang penyimpanan plywood milik PT Surya Satya Timur di Jalan PM Noor, Banjarmasin Barat, terbakar pada Jumat (1/5/2026) petang. Insiden itu sontak mengejutkan warga sekitar.
Api diketahui berasal dari dalam gudang yang berisi susunan tumpukan material plywood dan veneer setinggi beberapa lapisan. Kobaran api bahkan sempat membumbung tinggi hingga menembus atap gudang sebelum relawan pemadam berhasil menerobos masuk dan menjangkau sumber api.
Dalam hitungan menit, api berhasil dipadamkan. Respons cepat itu dinilai mencegah meluasnya kebakaran mengingat material berbahan dasar kayu lapis tergolong mudah terbakar.
Api Pertama Kali Disadari Pukul 16.15 WITA
Koordinator Keamanan PT Surya Satya Timur, Ferry, menyebut insiden pertama kali diketahui sekitar pukul 16.15 WITA—saat kondisi pabrik sudah sepi karena para pekerja telah menyelesaikan tugas dan pulang.
Saat itu, seorang karyawan dari bagian engineering yang masih berada di lokasi melaporkan adanya api di dalam pabrik kepada petugas keamanan.
"Dia melaporkan ke satpam, lalu kita adakan pengontrolan dan pengecekan. Memang benar api itu di dalam pabrik," jelasnya.
Diduga dari Veneer Panas yang Tertumpuk
Ferry menduga, sumber kebakaran berasal dari material bahan baku berupa veneer—lapisan kayu kering tipis yang diproses sebelum menjadi tripleks—yang baru keluar dari mesin press dryer.
Press dryer berfungsi mengeringkan sekaligus meratakan veneer menggunakan sistem tekanan panas agar kadar air turun dan core veneer menjadi rata.
"Bahan veneer keluar dari press itu panas, mungkin tertumpuk dan lembab hingga menimbulkan api. Mungkin seperti itu," sebutnya.
Ferry memastikan seluruh mesin produksi dalam kondisi mati saat kebakaran terjadi.
"Jadi bukan dari mesin, kemungkinan dari bahan veneer," katanya.
Belum Ada Kepastian Kerugian
Pascakebakaran, pihak perusahaan langsung melakukan pengecekan dan pembersihan sambil menunggu arahan dari pimpinan. Ferry mengaku belum bisa memastikan besaran kerugian maupun luas area gudang yang terdampak.
Meski begitu, insiden ini diakui menjadi bahan evaluasi internal, terutama untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan selama jam kerja.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno