RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin - Oknum Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanah Bumbu berinisial MB menjadi sorotan publik menyusul beredarnya video viral yang merekam dugaan penyergapan oleh istri sahnya di depan minimarket Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Simpang Empat, Batulicin.
Video berdurasi 23 detik itu memperlihatkan MB mengenakan rompi hijau berdiri di samping mobil berwarna putih, sementara seorang wanita duduk di dalam kendaraan. Wanita yang merekam, diduga istri sah MB yang berulang kali menyebut sang pria sebagai "Pak KPU" dan menudingnya hendak melangsungkan pernikahan secara diam-diam.
"Ini guys Pak KPU mau menikah sembunyi-sembunyi di belakang istri," kata wanita dalam rekaman itu.
Sepanjang kejadian, MB tampak lebih banyak menunduk. Ia sempat meminta agar persoalan diselesaikan secara kekeluargaan, namun permintaan itu tak diindahkan.
MB Akui Dirinya dalam Video
Dikonfirmasi pada Jumat (1/5/2026) petang, MB membenarkan bahwa sosok dalam video tersebut adalah dirinya—termasuk wanita yang merekam.
"Benar, itu saya. Dan yang merekam juga memang istri saya," ujarnya.
Namun, MB membantah keras tudingan perselingkuhan yang beredar di media sosial. Ia menjelaskan, saat itu dirinya tengah menunggu rekan untuk berdiskusi bersama sejumlah aktivis.
"Saya lagi menunggu teman, rencana mau ngopi dan diskusi. Memang ada teman perempuan di situ," katanya.
Menurut MB, kedatangan sang istri dipicu persoalan keluarga yang tengah mereka hadapi sehingga menimbulkan kecurigaan.
"Kami memang sedang ada masalah keluarga, jadi muncul kecurigaan seperti itu," jelasnya.
Pilih Diam demi Hindari Eskalasi
MB mengaku memilih bungkam selama kejadian berlangsung karena insiden terjadi di ruang publik dan ia tak ingin memperkeruh situasi.
"Banyak orang di sana, jadi saya lebih baik diam. Kalau dijelaskan saat itu, bisa makin melebar," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa potongan video yang beredar tidak menggambarkan kejadian secara utuh. Setelah peristiwa itu, MB menyebut persoalan telah diselesaikan secara baik-baik bersama istrinya.
Agenda Diskusi Sistem Pemilu
MB mengungkapkan, agenda pertemuan malam itu sejatinya berkaitan dengan diskusi gagasan perbaikan sistem pemilu—khususnya konsep hybrid electoral system yang mengombinasikan e-voting dengan metode konvensional.
"Tujuannya untuk efisiensi dan transparansi, karena tidak semua wilayah siap infrastruktur untuk e-voting," katanya.
Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar dua minggu lalu, namun videonya baru tersebar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Sumber internal KPU mengonfirmasi kebenaran kejadian tersebut.
MB berharap publik tidak lagi menggiring narasi yang tidak sesuai fakta. "Saya harap tidak ada lagi narasi miring," tandasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno