BANJARMASIN – Keresahan warga Kampung Sasirngan Banjarmasin, kian memuncak.
Lingkungan yang dulunya tenang, kini disebut tercoreng oleh dugaan praktik asusila hingga aktivitas mencurigakan yang mengarah pada peredaran obat-obatan terlarang.
Salah seorang warga, Bahtiar mengaku situasi tersebut membuat masyarakat tidak nyaman. Ia bahkan khawatir kawasan mereka akan mendapat stigma negatif.
“Kami takut wilayah ini dikenal dengan julukan kampung ‘kawai-kawai’. Kasihan anak-anak yang tinggal di sini,” ujarnya saat ditemui di sela reses anggota DPRD, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, aktivitas mencurigakan itu sudah beberapa kali dilaporkan, namun kembali terulang.
Warga pun mendesak Pemko Banjarmasin melalui Satpol PP dan aparat Kepolisian segera turun tangan melakukan penertiban. “Kami ingin lingkungan ini kembali aman dan nyaman. Jangan sampai anak-anak ikut terpengaruh,” tambahnya.
Keluhan tersebut mendapat respon dari anggota DPRD Kota Banjarmasin, Faisal Hariyadi, yang hadir dalam kegiatan reses. Ia mengaku prihatin atas kondisi tersebut.
Terutama munculnya julukan negatif terhadap kawasan itu. “Ini tentu miris. Bahkan masyarakat menyebut seolah berubah menjadi kampung ‘kawai-kawai’. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas politisi PAN tersebut.
Meski penindakan menjadi kewenangan aparat penegak hukum, Faisal menilai pihaknya tetap berkewajiban menyuarakan aspirasi warga.
Ia pun meminta Polresta Banjarmasin meningkatkan patroli, khususnya pada jam-jam rawan. “Informasi yang kami terima, kawasan ini juga diduga menjadi lokasi transaksi obat-obatan terlarang. Karena itu, kami mohon patroli diperketat,” ujarnya.
Aspirasi serupa juga disampaikan warga lainnya, termasuk para ibu rumah tangga yang mendambakan lingkungan lebih aman.
Mereka berharap kehadiran aparat secara rutin mampu memberikan efek jera, sekaligus memulihkan kondisi sosial di kawasan tersebut. “Patroli harus ditingkatkan agar masyarakat kembali merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief