Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dikejar dan Dibacok, Gafur Tewas Dikeroyok di Pekapuran Raya

Maulana Radar Banjarmasin • Selasa, 17 Maret 2026 | 04:32 WIB

KASUS PENGEROYOKAN: Warga dan relawan Damkar Pekapuran Raya membersihkan bekas darah korban di lokasi kejadian, Senin (16/3/2026) malam.
KASUS PENGEROYOKAN: Warga dan relawan Damkar Pekapuran Raya membersihkan bekas darah korban di lokasi kejadian, Senin (16/3/2026) malam.

BANJARMASIN - Warga Pekapuran Raya, Gang Seroja, RT 17, Banjarmasin Timur, mendadak gempar, Senin (16/3/2026) malam sekitar pukul 23.00 Wita.

Seorang pria ditemukan bersimbah darah setelah menjadi korban pengeroyokan brutal.

Korban diketahui bernama Gafur, warga Pekapuran Raya, Gang Melati 3, Banjarmasin. Ia diperkirakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Ulin Banjarmasin.

Informasi dihimpun, peristiwa tersebut terekam kamera CCTV Langgar Nurushshalihin yang berada tepat di depan lokasi kejadian.

Dalam rekaman, terlihat korban sempat dikejar oleh seorang pelaku yang membawa senjata tajam jenis parang.

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menebaskan parang beberapa kali ke tubuh korban hingga membuatnya tumbang bersimbah darah.

Setelah itu, pelaku sempat meninggalkan korban yang masih berusaha berdiri namun kembali terjatuh akibat luka parah.

Melihat pelaku menjauh, dua rekan korban mencoba menolong. Namun, tiba-tiba beberapa orang yang diduga rekan pelaku datang mengejar.

Dari rekaman, terlihat sebagian membawa senjata tajam dan balok kayu, sehingga dua rekan korban memilih menyelamatkan diri.

Korban yang sudah tak berdaya kembali menjadi sasaran. Beberapa orang menendangnya sebelum akhirnya meninggalkan lokasi melalui lorong kecil yang tembus ke Gang Binjai.

"Pertama kami datang korban masih hidup, bahkan sempat terdengar beristigfar beberapa kali. Saya lihat lukanya di kepala, lengan, badan dan paha. Yang paling parah di paha, sampai terlihat tulangnya," ungkap Arif (21), relawan Damkar Pekapuran Raya.

Tak lama kemudian korban dievakuasi relawan dan dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasin. Namun nahas, nyawa Gafur tak tertolong dan diduga meninggal dunia dalam perjalanan. "Masih hidup saat relawan mengevakuasi," tambah Arif.

Ketua RT 17, Syarfani (47) mengatakan dari rekaman CCTV, terlihat jelas pelaku pertama berkali-kali mengayunkan parang ke tubuh korban hingga tak berdaya.

"Setelah korban tumbang sempat mau ditolong kawannya, tapi mereka tidak berani karena dikejar rekan pelaku. Ada yang membawa balok dan ada juga senjata tajam," ujarnya.

Menurut Syarfani, korban memang dikenal warga sekitar. Ia disebut sering berkeliling mencari sumbangan hingga ke daerah Marabahan. "Korban warga Gang Melati 3. Dia memang dikenal warga sekitar," katanya.

Ia juga mengaku tidak mengenali para pelaku yang terekam kamera. Dalam rekaman disebutkan ada sekitar 11 orang yang berada di lokasi kejadian.

"Gang Seroja ini tembus ke beberapa gang lain sampai ke Pasar Binjai ujung Komplek Yatera, jadi saya tidak kenal para pelakunya,"ujarnya.

Sementara itu sejumlah personel Polsek Banjarmasin Timur bersama Satreskrim Polresta Banjarmasin langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Polisi menggali keterangan saksi dan mengamankan rekaman CCTV sebagai petunjuk. Beberapa pemuda juga terlihat diamankan petugas untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan dalam pengeroyokan tersebut.

Editor : Fauzan Ridhani
#senjata tajam #kasus pengeroyokan #banjarmasin #tewas dikeroyok #bersimbah darah