Korban diketahui bernama Tumari (72), seorang petani yang tinggal seorang diri di rumahnya di RT 1 RW 1 Desa Nusa Indah.
Penemuan jasad korban bermula sekitar pukul 08.00 Wita ketika seorang warga setempat, Jumiati, merasa curiga karena Tumari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Menurutnya, hampir setiap pagi korban selalu keluar rumah untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Karena merasa ada yang tidak biasa, Jumiati kemudian memanggil warga lainnya, Ismina, untuk bersama-sama mengecek kondisi rumah korban. Mereka sempat memanggil korban dari luar rumah, namun tidak mendapat jawaban.
Warga akhirnya membuka pintu rumah dan mendapati Tumari sudah terbaring di dalam kamar dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolres Tala, AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Alfiannor membenarkan adanya penemuan tersebut.
Ia mengatakan pihak kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah menerima laporan dari warga, anggota Polsek Bati-Bati langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan petugas bersama pihak Puskesmas setempat, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Di sekitar korban juga ditemukan beberapa obat-obatan yang diduga dikonsumsi oleh korban.
“Berdasarkan keterangan warga, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia korban sempat mengeluhkan sesak napas. Dari pemeriksaan medis juga tidak ditemukan tanda kekerasan, sehingga kuat dugaan korban meninggal dunia karena sakit,” jelasnya.
Karena korban diketahui tidak memiliki keluarga, Kepala Desa Nusa Indah Bibit Guntoro selaku penanggung jawab setempat menyatakan penolakan untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.
Selanjutnya, jenazah Tumari akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Muslimin Desa Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati.
Editor : Sutrisno