Peristiwa itu terjadi saat penghuni rumah tengah bersiap menyambut waktu berbuka puasa.
Orang tak dikenal (OTK) melemparkan bom molotov ke arah rumah korban. Botol berisi bahan bakar itu menghantam bagian atap teras hingga sempat memicu kobaran api kecil dan membuat penghuni rumah panik.
Beruntung, atap teras rumah terbuat dari seng sehingga api tidak cepat menjalar ke bagian lain bangunan. Api yang muncul pun tidak berlangsung lama dan berhasil padam sebelum menyebabkan kerusakan lebih besar.
Pemilik rumah, Hj Rusmilawati atau akrab disapa Hj Lena, mengatakan saat kejadian seluruh anak dan cucunya sedang berkumpul untuk buka puasa bersama. Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh di bagian atap teras.
"Salah satu cucu saya yang mendengar, kebetulan kamarnya di depan. Lalu dia memberi tahu kami yang sedang menyiapkan santapan buka puasa,"ujarnya, Senin (23/2/2026).
Mendengar hal itu, mereka langsung keluar rumah untuk mengecek sumber suara. Tak lama, seorang pengendara motor yang melintas di jalan depan rumah memberi tahu bahwa ada api di bagian atap teras.
Bahkan kain yang digunakan untuk menyulut api sempat terjatuh ke halaman dalam kondisi masih menyala.
"Kami awalnya mengira ada korsleting listrik. Setelah dicek, ternyata ada botol bekas minuman suplemen berisi bahan bakar. Anak saya langsung naik ke lantai dua dan menyiram api agar tidak membesar," bebernya.
Hj Lena menduga aksi teror itu mengarah pada seseorang yang pernah menaruh perasaan kepada putrinya. Ia menyebut, teror dan ancaman sudah beberapa kali terjadi, meski pelemparan bom molotov baru pertama kali.
"Ancaman ke keluarga kami ini sudah sering. Bahkan orang yang kami curigai itu pernah mengancam akan menghabisi keluarga kami dan membakar rumah, baru beberapa hari juga mengancam bahwa dalam minggu ini salah satu keluarga kami akan mati,"ungkapnya.
Menurutnya, pria tersebut sebelumnya ingin menikahi putrinya yang berstatus sendiri dan memiliki dua anak. Namun karena ditolak, pria itu diduga mulai meneror keluarga mereka.
Baca Juga: Beredar Wacana Pajak Kendaraan Dibebani Parkir, Ini Kata Kepala BPKAD Banjarmasin
"Sejak ditolak, teror mulai terjadi sekitar Oktober tahun lalu. Bahkan cucu saya pernah diteror sampai ke sekolah, dan juga pernah dikejar dengan senjata tajam. Kami juga pernah mendatangi rumahnya dan memintanya tidak mengganggu lagi, tetapi sampai sekarang masih terjadi,"katanya.
Sebelum kejadian pelemparan molotov, warga juga sempat melihat dua pria mencurigakan mondar-mandir di dalam kompleks menggunakan sepeda motor matik. Dugaan itu juga diperkuat rekaman CCTV milik warga.
"Kejadian ini sudah kami laporkan ke polisi. Kami berharap pelakunya segera terungkap dan bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," harapnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut membuat keluarga korban trauma. Warga sekitar juga dibuat resah dengan aksi teror yang terjadi di lingkungan permukiman tersebut.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian aparat kepolisian. Petugas diharapkan segera mengusut pelaku dan motif di balik aksi teror bom molotov tersebut.
Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Sunardi bersama personelnya pun bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan awal.
"Ini masih kami selidiki dan dalami. Barang bukti sudah kami amankan berupa botol dan plastik kresek. Untuk motif masih kami dalami,"terang Sunardi.
Ia memastikan, pihak kepolisian akan menangani kasus ini secara serius. Masyarakat pun diimbau tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa.
Sunardi juga menyebut, pihaknya segera berkoordinasi Polresta Banjarmasin, begitu juga dengan unsur tiga pilar di Kecamatan Banjarmasin Utara untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
"Jangan panik dan resah, tetapi tetap waspada. Jika melihat orang mencurigakan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,"pungkasnya.
Editor : Sutrisno