BANJARMASIN – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Satpol PP Banjarmasin mengintensifkan operasi penyakit masyarakat (pekat). Langkah ini ditempuh untuk menjaga ketertiban dan menciptakan suasana kota yang aman serta kondusif bagi masyarakat yang akan menjalankan ibadah puasa.
Operasi dilakukan pada Minggu (8/2) dini hari dengan menyasar sejumlah kawasan rawan. Dalam pelaksanaannya, petugas sempat menghadapi perlawanan dari seorang perempuan yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) di kawasan Pasar Lima, Banjarmasin Tengah.
Perempuan tersebut berteriak histeris dan berusaha melepaskan diri saat hendak diamankan. Aksi tarik-menarik sempat terjadi. Namun situasi berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan kericuhan. Petugas kemudian membawa yang bersangkutan ke Markas Komando Satpol PP menggunakan kendaraan operasional.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Banjarmasin, Muhammad Syarmani menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya cipta kondisi menjelang Ramadan. “Sebagaimana arahan pimpinan, kegiatan ini kami laksanakan untuk mensterilkan kota dari penyakit masyarakat, agar suasana menjelang Ramadan lebih tertib, aman, dan kondusif,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika di lapangan tidak mengurangi komitmen petugas untuk tetap bertindak sesuai prosedur. Pendekatan persuasif dan humanis tetap dikedepankan dalam setiap penertiban.
Operasi pekat dilaksanakan dalam dua sesi, dengan rute mulai dari Jalan Ahmad Yani, Kayu Tangi, hingga kawasan Pasar Lima dan Sudimampir. Dari hasil penertiban tersebut, Satpol PP mengamankan enam orang. “Hasilnya ada enam orang yang diamankan. Empat gelandangan dan pengemis, serta dua wanita diduga PSK. Lima di antaranya warga Banjarmasin, dan satu orang berasal dari Kabupaten Barito Kuala,” paparnya.
Syarmani menegaskan, operasi serupa akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketentraman umum dan menghormati kesucian bulan Ramadan. “Ini langkah awal. Kami ingin memastikan Ramadan nanti berjalan dengan suasana yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat. Ke depan, pengawasan akan terus kami tingkatkan agar Kota Banjarmasin tetap kondusif,” pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief