Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Enam Penumpang Jadi Korban, Ini Penyebab Bus Wisatawan Masuk Jurang di Tahura Sultan Adam

M Fadlan Zakiri • Minggu, 8 Februari 2026 | 08:37 WIB
Proses evakuasi bus yang terguling dan masuk jurang di kawasan Tahura Sultan Adam, Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Proses evakuasi bus yang terguling dan masuk jurang di kawasan Tahura Sultan Adam, Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

 

 


MARTAPURA - Kronologi dalam insiden kecelakaan bus yang masuk jurang di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, mulai terungkap.

 

Insiden ini terjadi ketika bus yang membawa 12 penumpang tersebut sedang dalam kondisi terparkir  di area paralayang, Tahura Sultan Adam, Mandiangin, pada Sabtu (7/2/2026) malam.

 

Rombongan wisatawan dari Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini, rencananya berencana bermalam di sekitar villa Tahura.

 

Namun, keseruan wisata seketika berubah jadi mencekam. Tepatnya ketika bus sedang menurunkan penumpang tiba-tiba bergerak mundur tanpa kendali sopir.

 

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kejadian ini diduga akibat rem kendaraan yang tidak mampu menahan posisi bus saat terparkir.

 

“Dugaan sementara, rem tangan kendaraan tidak mampu menahan posisi bus saat parkir, sehingga kendaraan akhirnya meluncur tak terkendali ke arah jurang,” ungkap Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Banjar, M Kasyaf R, Minggu (8/2/2026) pagi.

 

Data kepolisian menyebutkan, bahwa kecelakaan tunggal pada pukul 19.30 WITA itu, terjadi di jalur Tahura Sultan Adam yang memiliki kondisi jalan terjal dan tanjakan curam.

 

Kondisi ini diduga membuat bus terguling ke sisi kiri jalan dan masuk ke area jurang, meski tuas rem tangan sudah ditarik.

 

“Di dalam kendaraan saat itu tersisa enam orang penumpang. Keenam penumpang inilah yang menjadi korban ketika bus mengalami terguling,” ujar Kasyaf.

 

Dari enam korban tersebut, empat orang dievakuasi ke RS Permata Husada Banjarbaru, sedangkan dua korban lainnya dirujuk ke RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

 

Proses evakuasi mulai dilakukan sekitar pukul 20.00 WITA, oleh tim gabungan, seperti personel Sat Samapta Polres Banjar, Polsek Karang Intan, Sat Lantas, serta unsur gabungan dari DPKP Kabupaten Banjar, BPBD Kabupaten Banjar, Emergency Banjar Response (EBR) serta relawan gabungan dari Martapura dan Banjarbaru.

 

Kondisi medan yang terjal dan minim penerangan, membuat proses evakuasi berlangsung cukup dramatis.

 

Petugas harus membuka akses untuk proses evakuasi di medan yang terjal dan berbatu, mengevakuasi korban dari dalam kendaraan, serta melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar proses penarikan minibus dapat berlangsung aman.

 

Badan bus yang sudah dalam kondisi penyok tersebut, harus ditarik dengan bantuan unit rantis polres dan Tim gabungan lainnya.

 

“Evakuasi kendaraan memakan waktu lebih dari dua jam hingga akhirnya bus berhasil dievakuasi sekitar pukul 22.15 WITA,” terang Kasyaf.

 

Kendati demikian, ia menegaskan, bahwa penyebab kecelakaan masih bersifat dugaan sementara.

 

“Karena hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#Tahura #Mandiangin #bus #Tahura Sultan Adam