Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tiga Kebakaran Permukiman Terjadi Kurang dari 24 Jam di Balangan! Jadi Alarm Gagalnya Pencegahan

M Dirga • Senin, 26 Januari 2026 | 16:15 WIB
JADI ARANG : Bangunan rumah warga yang hangus akibat kebakaran permukiman di Kabupaten Balangan, Senin (26/1/2026).
JADI ARANG : Bangunan rumah warga yang hangus akibat kebakaran permukiman di Kabupaten Balangan, Senin (26/1/2026).

PARINGIN – Rentetan kebakaran permukiman mengguncang Kabupaten Balangan dalam waktu yang nyaris bersamaan.

Data BPBD Balangan mencatat, tiga peristiwa kebakaran terjadi di lokasi berbeda dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, sejak Minggu (25/1/2026) malam hingga Senin (26/1/2026) pagi.

Kebakaran pertama terjadi di Desa Sei Pumpung RT 04, Kecamatan Awayan, Minggu malam sekitar pukul 21.35 Wita.

Satu rumah kayu milik dua kepala keluarga dengan total lima jiwa ludes terbakar atau mengalami kerusakan 100 persen.

Api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Belum genap tiga jam berselang, kebakaran kembali terjadi di Desa Balang RT 01, Kecamatan Paringin, Senin dini hari sekitar pukul 00.30 Wita.

Api menghanguskan sebagian rumah milik Anang Suri, dengan tingkat kerusakan sekitar 31 persen, terutama di bagian dapur.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kebakaran ketiga menyusul pada Senin pagi di Desa Hukai RT 01, Kecamatan Juai, sekitar pukul 09.58 Wita.

Peristiwa ini menjadi yang terparah.

Dua rumah warga terbakar total, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.

Mayoritas bangunan terdampak merupakan rumah kayu dan semi permanen.

Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah laporan diterima.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi menyebut seluruh kejadian dapat ditangani dengan cepat karena akses lokasi dan ketersediaan sumber air yang memadai.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Akses ke lokasi relatif lancar dan sumber air tersedia, sehingga api bisa segera dikendalikan,” ujarnya.

Meski demikian, Rahmi mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan kayu.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama terhadap instalasi listrik dan sumber api di rumah. Pencegahan adalah langkah utama,” tegasnya.

Sorotan lebih kritis datang dari pengamat sosial Balangan, Sugianoor.

Ia menilai rangkaian kebakaran dalam waktu singkat seharusnya menjadi alarm serius bagi BPBD, khususnya dalam aspek pencegahan.

“Pertanyaannya, seberapa efektif sosialisasi dan pelatihan penanggulangan kebakaran yang selama ini diklaim sudah dilakukan?” ujarnya.

Menurutnya, jika edukasi berjalan optimal, tingkat kewaspadaan masyarakat semestinya lebih baik.

Fakta bahwa rumah kayu masih terbakar hingga ludes menunjukkan lemahnya kesiapsiagaan di tingkat rumah tangga.

“Mulai dari instalasi listrik, pengelolaan sumber api, sampai alat pemadam sederhana di rumah. Semua ini masih lemah,” katanya.

Sugianoor menegaskan, BPBD tidak cukup hanya bersikap responsif saat kejadian.

Tetapi harus memperkuat fungsi pencegahan.

“Kalau sosialisasi hanya formalitas di atas kertas, jangan heran kejadian serupa terus berulang. Evaluasi menyeluruh program pencegahan sangat mendesak sebelum ada korban jiwa,” tegasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#pencegahan #Balangan #Kebakaran