AMUNTAI – Sejumlah kawasan di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terendam banjir akibat air kiriman dari Sungai Balangan, Sungai Tabalong, dan Sungai Negara.
Kondisi tersebut mulai terlihat sejak Rabu (31/12/2025) sampai Kamis (1/1/2026), rendaman luapan tiga sungai besar yang membelah kota ini terus meluas.
Akibatnya berdampak pada aktivitas masyarakat di pusat kota.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air sudah merendam jalan protokol Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor Bupati HSU.
Ketinggian air bervariasi, namun cukup mengganggu arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di kawasan tersebut.
Selain itu, banjir juga menggenangi Jalan Palampitan dan Jalan Paliwara di Kecamatan Amuntai Tengah.
Di beberapa titik, air tampak mengalir perlahan mengikuti kontur jalan, sementara warga terlihat tetap beraktivitas dengan ekstra kehati-hatian.
Kepala Pelaksana BPBD HSU, Syamrani menyampaikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan, terutama di wilayah yang genangan airnya belum surut.
Debit air sungai di Kabupaten HSU hingga saat ini masih mengalami peningkatan akibat tingginya curah hujan, serta adanya kiriman air dari Kabupaten Balangan dan Tabalong.
“Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD HSU, tercatat sebanyak 1.664 rumah terendam banjir yang tersebar di tujuh kecamatan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa sebagian warga bertahan di rumah,” ujarnya pada media ini.
Syamrani juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, serta segera melaporkan kepada petugas apabila membutuhkan bantuan darurat.
Sementara itu, warga sekitar, Ahmad mengaku genangan air kiriman ini sudah sering terjadi ketika debit air sungai di wilayah hulu meningkat.
Mereka berharap adanya penanganan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang, terutama di kawasan perkotaan yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi.
Hingga berita ini diturunkan, belum dilaporkan adanya korban jiwa.
Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan naiknya debit air susulan serta menjaga keselamatan, terutama saat melintasi jalan yang tergenang.
Editor : Fauzan Ridhani