Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

2.590 Rumah Terdampak, Balangan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

M Dirga • Senin, 29 Desember 2025 | 12:41 WIB

 

 

Potret bocah bermain di sisa lumpur pascabanjir di Kabupaten Balangan, seiring upaya pemulihan pascabencana. 
Potret bocah bermain di sisa lumpur pascabanjir di Kabupaten Balangan, seiring upaya pemulihan pascabencana. 

PARINGIN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan melaporkan banjir masih terjadi di sejumlah wilayah hingga Senin (29/12) pagi. Meski demikian, debit air di beberapa titik, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi mulai mengalami penurunan.

Berdasar laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Balangan per Senin pukul 07.30 Wita, banjir melanda Kecamatan Tebing Tinggi, Awayan, Halong, Juai, dan Paringin Selatan.

Kondisi ini dipengaruhi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang masih berpotensi terjadi di wilayah Balangan.

Dalam laporan tersebut, Sungai Balangan berada pada kondisi normal, sementara Sungai Pitap meluap. Warga diingatkan potensi kenaikan debit air tetap ada apabila curah hujan kembali meningkat, terutama akibat kiriman air dari wilayah hulu dari Tebing Tinggi dan Halong.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi mengatakan terdapat 2.590 rumah yang terdampak banjir.

“Total rumah yang terdampak mencapai 2.590 rumah, dengan jumlah 4.144 kepala keluarga dan 11.024 jiwa,” ujarnya, Senin (29/12).

Di Tebing Tinggi, banjir berdampak pada sejumlah desa dengan ratusan kepala keluarga terdampak. Desa Mayanau tercatat 172 KK atau 625 jiwa. Di Desa Simpang Bumbuan, banjir merendam tempat tinggal 128 KK atau 347 jiwa, dengan laporan satu rumah hanyut, 13 rumah rusak berat, dan sekitar 70 rumah mengalami kerusakan hingga 30 persen.

Desa lain yang terdampak antara lain Langkap, Sungsum, Tebing Tinggi, Ajung, Gunung Batu, Ju’uh, dan Simpang Nadong.

Sementara di Kecamatan Awayan, banjir melanda sedikitnya sembilan desa, yakni Muara Jaya, Pulantan, Putat Basiun, Awayan Pasar, Badalungga Hilir, Badalungga, Awayan Hilir, Baramban, Desa Baru, dan Pudak. Ratusan kepala keluarga terdampak dengan genangan air merendam rumah, jalan desa, serta fasilitas umum.

Di Desa Muara Jaya, banjir merendam tempat tinggal 160 KK atau 560 jiwa, dengan dua langgar dan satu masjid terdampak. Genangan juga menutup ruas jalan sepanjang sekitar 500 meter dengan ketinggian air 10–60 sentimeter. Kondisi serupa terjadi di Desa Pulantan dan Putat Basiun, di mana sekolah, kantor kecamatan, pasar, serta tempat ibadah ikut terendam.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Balangan telah menetapkan status tanggap darurat bencana yang berlaku hingga 3 Januari 2026.

“Dengan penetapan status tanggap darurat ini, pemerintah daerah berharap penanganan pascabanjir dapat dilaksanakan secara lebih optimal dan terkoordinasi,” katanya.

Rahmi mengklaim kondisi pascabanjir mulai terkendali. Selain penyaluran bantuan logistik, BPBD bersama tim gabungan akan memfokuskan pembersihan rumah warga dalam beberapa hari ke depan, khususnya di wilayah terdampak banjir bandang.

“Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Rahmi memastikan hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat bencana banjir tersebut. Dampak yang ditimbulkan berupa kerugian material dan kerusakan rumah warga.

BPBD menyebutkan, tidak ditemukan titik panas (hotspot) maupun gangguan kualitas udara. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan laporan ISPA juga dinyatakan nihil. BPBD juga terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.

“Kami masih melakukan pemantauan melalui radio komunikasi, internet, serta laporan langsung dari petugas dan relawan,” ujarnya.

Selain itu, Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Balangan tetap diaktifkan untuk pengendalian operasi, pendataan dampak, serta koordinasi distribusi bantuan bersama TRC, relawan, dan instansi terkait.

BPBD Balangan mengimbau seluruh petugas dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#banjir bandang #BPBD #Balangan #tebing tinggi