Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sejumlah Ruas Jalan di Amuntai Tergenang! Sungai Tabalong, Balangan, dan Negara Meluap

M Akbar Radar Banjarmasin • Jumat, 19 Desember 2025 | 19:23 WIB
TERGENANG: Ruas jalan dua arah Jalan Abdul Ghani Majedi di Kelurahan Pariwara sudah tergenang air setinggi diperkirakan 5 sampai 30 sentimeter.
TERGENANG: Ruas jalan dua arah Jalan Abdul Ghani Majedi di Kelurahan Pariwara sudah tergenang air setinggi diperkirakan 5 sampai 30 sentimeter.

AMUNTAI – Luapan Sungai Tabalong, Balangan, dan Negara kembali terjadi. Sejumlah ruas jalan utama di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menjadi tergenang.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, dan masih berpotensi meningkat seiring intensitas hujan yang belum mereda.

Genangan mulai terjadi sejak Rabu (17/12/2025), dan terus naik hingga Jumat (19/12/2025), terutama di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah dan Amuntai Utara.

Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.

Beberapa ruas vital terdampak, di antaranya Jalan Trans Kalimantan di Desa Pasar Senen (Amuntai Tengah), Jalan Trans Kalimantan Desa Pekapuran (Amuntai Utara), serta Jalan Abdul Gani Majidi di Kelurahan Palampitan.

Kepala Pelaksana BPBD HSU, H Syamrani menyatakan bahwa status kebencanaan saat ini masih siaga darurat.

Meski belum ditetapkan sebagai tanggap darurat, pihaknya terus meningkatkan koordinasi lintas sektor.

“Kami berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan kelurahan untuk memantau debit air serta mengantisipasi wilayah yang berpotensi terdampak lebih luas,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan, kenaikan debit air paling signifikan terjadi di Sungai Tabalong dan Sungai Balangan.

BPBD pun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Desember.

Sebagai langkah mitigasi, Dinas PUPR telah melakukan normalisasi sungai, pembersihan polder, serta pengerukan drainase di kawasan perkotaan dan perdesaan.

Alat berat juga disiagakan untuk mengantisipasi sumbatan sampah di aliran sungai.

“Dibandingkan tahun lalu, dampaknya relatif lebih terkendali. Namun kewaspadaan tetap kami tingkatkan,” tegas Syamrani.

BPBD HSU juga telah menyiapkan logistik, perahu evakuasi, serta sarana pendukung lainnya.

Sebanyak 134 desa rawan banjir menjadi prioritas penguatan kesiapsiagaan melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana).

Masyarakat diimbau tetap waspada dan aktif menjaga kebersihan saluran air guna meminimalkan risiko banjir.

“Sinergi semua pihak sangat penting agar dampak banjir bisa ditekan dan keselamatan warga tetap terjaga,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Amuntai #Sungai #meluap #tergenang