Informasi hilangnya Hanafi disampaikan langsung oleh Arisandi (32), ayah korban. Ia mengatakan, peristiwa bermula saat ibu Hanafi membawa anak tersebut dari rumah menuju Kandangan.
“Ibunya menitipkan anak kepada warga, lalu sengaja meninggalkan anaknya sejak malam Senin. Sampai sekarang belum ditemukan,” ujar Arisandi.
Baca Juga: Bendahara Dinkes Banjarbaru Akhirnya Muncul, Kembalikan Dana Rp2,6 Miliar
Hanafi terakhir kali terlihat mengenakan baju hitam, jaket hijau, dan celana pendek. Keluarga sudah berupaya mencari ke sejumlah lokasi, namun belum membuahkan hasil.
Arisandi mengaku telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, namun hingga Selasa (16/12/2025) belum ada perkembangan berarti terkait keberadaan anaknya.
“Saya sudah melapor ke kepolisian, tapi sampai sekarang belum ada kabar,” katanya.
Baca Juga: Pecatur Putri HSU Tantang Master Internasional, Duel 3 Jam di Gubernur Cup
Kasus ini semakin kompleks setelah Arisandi menerima informasi dari seorang pria tak dikenal yang menghubunginya melalui telepon.
Pria tersebut mengaku membawa kabur istri Arisandi beserta sepeda motor miliknya, serta menyebut telah menitipkan Hanafi di wilayah Kandangan.
“Saya dapat info dari laki-laki yang menelepon dan mengaku membawa kabur istri dan motor saya,” ucap Arisandi.
Baca Juga: Sejarah Amuk Hantarukung Kandangan, Ketika Para Pejuang Rakyat Gugur Tertembus Peluru
Menurut Arisandi, pria tersebut sempat menghubungi temannya pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 17.00 WITA.
Dalam percakapan itu, pria tersebut mengaku bekerja di perkebunan sawit di Kabupaten Tapin. Namun, ketika diminta menjelaskan lokasi penitipan Hanafi secara rinci, pria tersebut tidak lagi merespons.
Hingga kini, keberadaan ibu dan anak tersebut belum diketahui, sementara pihak keluarga masih menunggu tindak lanjut aparat kepolisian.
Baca Juga: Sopir Pengangkut Galam Perkosa Siswi SD di Banjarmasin Utara
Keluarga besar berharap bantuan masyarakat untuk memberikan informasi apabila melihat atau mengetahui keberadaan Muhammad Hanafi.
Warga yang memiliki informasi dapat menghubungi pihak kepolisian terdekat atau Arisandi (ayah korban) di nomor 0852-4750-3064. (*)
Editor : M. Ramli Arisno