Hewan predator jenis air tawar itu terlihat muncul ke permukaan pada Rabu (5/11/2025) sore.
Kemunculan buaya ini memunculkan dugaan bahwa hewan tersebut merupakan buaya yang sama dengan yang sebelumnya terlihat di aliran Sungai Kuini, masih di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah, beberapa pekan lalu.
Baca Juga: 188 Pegawai Non-ASN HST Terancam Dirumahkan, Deadline 31 Desember 2025
Kepala Bidang Linmas dan Damkar HSU, H Barkat Syahrul Kalam, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah buaya tersebut sama dengan yang sempat muncul sebelumnya.
"Karena aliran sungai di wilayah ini saling terhubung, bisa jadi buaya yang sama. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlahnya lebih dari satu," ujarnya mewakili Kasat Pol PP dan Damkar HSU Asikin Noor, Kamis (6/11/2025).
Sebagai langkah antisipasi, pihak Damkar HSU telah memasang spanduk peringatan di beberapa titik bantaran sungai.
Baca Juga: Mayat Membusuk di Kebun Tabalong, Motor Terparkir Dua Hari
Peringatan tersebut berisi imbauan agar masyarakat tidak beraktivitas terlalu dekat dengan sungai, terutama pada pagi dan sore hari saat buaya biasanya aktif.
Selain itu, pihak Damkar juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Selatan untuk menindaklanjuti keberadaan buaya yang semakin sering muncul di sekitar pemukiman warga.
Barkat menambahkan, warga diimbau untuk tidak mencoba menangkap, mengusir, atau memberi makan buaya karena hal tersebut bisa memancing agresivitas satwa liar tersebut.
Baca Juga: Perkara Asmara, Pegawai Bank BUMN Ditikam di Indekos Mantan Pacar
"Kami minta masyarakat tetap tenang namun waspada. Jika melihat kemunculan buaya, segera laporkan ke aparat desa, petugas Damkar, atau pihak berwenang agar bisa ditangani dengan aman," pesannya.
Dengan meningkatnya laporan kemunculan buaya di kawasan permukiman, masyarakat diharapkan dapat menjaga keselamatan diri dan anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai.
Aktivitas seperti mandi, mencuci, atau bermain di tepi sungai sebaiknya dihindari sementara waktu.
Diketahui sebelumnya, buaya air tawar sepanjang 1,5 meter muncul di wilayah Desa Sungai Kuini, Kecamatan Amuntai Tengah.
Kemunculan berulang ini menunjukkan adanya populasi buaya yang cukup aktif di kawasan aliran sungai Amuntai Tengah dan sekitarnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno