Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Perkara Asmara, Pegawai Bank BUMN Ditikam di Indekos Mantan Pacar

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 6 November 2025 | 09:18 WIB

TEMPAT KEJADIAN PERKARA: Tangga menuju kamar indekos VN, mantan pacar MS, yang menjadi korban penikaman. (Foto: Maulana/Radar Banjarmasin)
TEMPAT KEJADIAN PERKARA: Tangga menuju kamar indekos VN, mantan pacar MS, yang menjadi korban penikaman. (Foto: Maulana/Radar Banjarmasin)

Pegawai bank BUMN berinisial MS, 38 tahun, ditikam. Korban sempat kritis dan harus menjalani operasi. 

  ****

BANJARMASIN - Peristiwa penganiayaan itu terjadi di sebuah indekos di kawasan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, pada Selasa (4/11) sore.

Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, MS memiliki hubungan asmara dengan salah seorang penghuni indekos berinisial VN (20). 

Sore itu MS hendak menemui VN. Lantaran merasa sudah putus hubungan, si wanita enggan menemui.

MS keras kepala dan menunggu kedatangan VN di depan kamar indekos VN di kamar nomor 15 di lantai dua.

Saat dihubungi MS, VN menegaskan dirinya sedang di luar, tapi MS tetap saja menunggu. 

"Padahal VN berada di dalam kamar, tapi dia berpesan kepada saya apabila MS datang, bilang saja tidak ada. Sudah saya sampaikan, tapi dia tidak percaya kalau VN ke luar," ungkap salah seorang pekerja indekos. 

Satu jam berlalu, MS masih bertahan, tak menjauh dari depan kamar indekos. Menyadari kalau ternyata VN berada di dalam kamarnya, MS mematikan sakelar di depan kamar hingga listriknya mati. 

Sontak VN panik, kebetulan saat itu posisinya sedang buang air di toilet. VN pun menghubungi temannya CT untuk meminta bantuan. VN ceritakan kondisi yang dialaminya saat itu. 

CT buru-buru datang ke indekos VN bersama kekasihnya. CT dan pasangannya membujuk MS agar meninggalkan indekos itu secara baik-baik agar tak membuat gaduh dan mengganggu penghuni kamar lain. 

Tapi korban tetap ngotot. Entah bagaimana, pacar CT cekcok dengan MS, hingga ia mengeluarkan pisau dan menikam MS. 

Korban menderita luka tusuk di punggung dan ketiak. "Saya di bawah kebetulan lagi memasak, tidak ada mendengar teriakan minta tolong, padahal kejadiannya dekat tangga menuju kamar VN," kata sumber ini. 

"Tak lama CT dan pasangannya turun. Disusul MS, dan saya kaget melihat kondisinya yang berdarah. Saya suruh ia turun untuk membersihkan luka di kepalanya. Ternyata itu cuma ceceran saja. Luka sebenarnya di bahu dan ketiak, saya tak melihat karena ia mengenakan jaket," tuturnya. 

Saat berjalan menuju mobilnya, pacar CT sempat berteriak ke atas. Meminta VN untuk ikut mereka agar tak lagi diganggu korban. Tapi VN memilih berdiam diri di kamarnya. 

Ketika CT pergi, baru VN turun. "Melihat MS terluka, ia segera memesan taksi online untuk mengantarnya ke rumah sakit," tambahnya. 

"Ujung-ujungnya VN juga yang membawanya ke rumah sakit. Bahkan ia memesan dua kantong darah, sebab korban sama sekali tidak membawa uang," lanjutnya. 

Dibeberkan perempuan ini, VN sudah tiga bulan ngekos di situ. VN dikenal ramah dan supel. Pernah VN curhat, bahwa MS ringan tangan dan kerap memaki dirinya. 

"Pernah bikin malu di tempat kerja VN, memukul dan mengumpat-umpat binatang. Itulah kenapa VN memilih untuk tidak lagi menjalin hubungan dengan MS. Dia ketakutan," lanjutnya. 

Sebelum kejadian itu, antara VN dan MS sudah putus komunikasi selama sepekan. 

Soal CT, ia mengaku baru pertama kali melihatnya. "VN pun tak mengenal si penikam. Ia juga baru tahu itu pacarnya CT," tukasnya. "Korban ini pegawai bank BUMN, bank yang mana, saya kurang tahu." 

MS sempat kritis dan ditangani di ICU RSUD Ulin Banjarmasin. Setelah menjalani operasi, nyawanya selamat. 

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Eru Alsepa membenarkan penganiayaan tersebut. "Rekan polsek yang menangani," ujarnya. 

Terpisah, Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Morris Widhi Harto melalui Kanit Reskrim Iptu Hendra Agustian Ginting memastikan kasus ini tengah diusut. 

"Korban masih dalam penanganan medis, kami monitor. Semoga korban  lekas pulih dan dapat memberikan laporan," ucap Ginting, Rabu (5/11).

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#pegawai bank bumn #banjarmasin #asmara #Penganiayaan #indekos