Pemuda asal PHM Noor Gang Birayang, Banjarmasin Barat itu diduga melompat ke sungai saat dikejar sejumlah pria.
Adi Saputra (43), kakak korban, menyebutkan bahwa berdasarkan cerita warga, sebelum hilang adiknya sempat dikejar oleh beberapa orang. Merasa terancam, korban kemudian nekat menceburkan diri ke sungai untuk menyelamatkan diri.
"Informasinya simpang siur. Ada yang bilang tiga orang, ada juga yang bilang delapan orang," terang Adi di lokasi pencarian.
Soal motif, Adi mengaku tak mengetahui pasti. Ia hanya mendengar kabar bahwa adiknya bertemu seseorang yang pernah terlibat masalah dengan saudara mereka sebelumnya.
Pertemuan itu diduga memicu cekcok dan membuat Anjas mengeluarkan pisau kecil yang biasa ia bawa untuk memancing.
"Katanya habis cekcok, terus dia dikejar. Anjas ini kondisi juga lagi mabuk. Sempat naik ke darat katanya, tapi dikejar lagi, terus lompat lagi dan langsung tenggelam," bebernya.
Menurut Adi, Anak Buah Kapal (ABK) sempat melempar pelampung untuk menyelamatkan adiknya. Namun diduga kehabisan tenaga, korban tidak mampu bertahan.
"Kami berharap segera ditemukan, dan polisi bisa mengusut kasus ini. Kalau memang ada yang mengejar, harus jelas," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbu Adie membenarkan laporan tersebut. Dikatakannya, tim gabungan bersama relawan emergency masih melakukan pencarian intensif di titik korban dilaporkan hilang.
Dari hasil pemeriksaan saksi, peristiwa berawal saat korban bertemu dengan 7 pemuda di dermaga. Korban kemudian menanyakan siapa yang mengganggu adiknya, sambil mengeluarkan pisau dari balik baju.
"Saksi mendorong korban. Pisau terlepas setelah tangan korban ditendang. Korban panik kemudian melompat ke sungai dan berenang ke arah kapal tugboat yang sedang sandar," jelas Dading.
Para ABK sempat melempar pelampung, namun korban tidak meraihnya hingga akhirnya menghilang.
Pantauan di lapangan, personel Satpolairud Polresta Banjarmasin, Basarnas, TNI AL, serta relawan Water Rescue masih berjibaku melakukan pencarian. Penyelaman dilakukan dengan peralatan tradisional guna memindai dasar sungai yang cukup dalam dan berarus.
Editor : Sutrisno