Tiga ruangan utama ludes terbakar, yakni Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), ruang Humas, dan gudang logistik Sat Samapta.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi menjelaskan peristiwa bermula sekitar pukul 20.15 Wita ketika asap keluar dari plafon ruang SPKT.
"Api dengan cepat membesar dan menjalar ke ruang Humas serta gudang logistik yang berada satu atap. Meski mobil water cannon sempat dikerahkan, kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 Wita setelah tim Damkar dan BPK Banjarbaru turun tangan," jelas Ipda Kardi, Selasa (19/8).
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah fasilitas vital untuk pelayanan masyarakat hangus terbakar.
Di ruang SPKT, tujuh unit komputer, printer, tiga AC, hingga kulkas rusak total.
Kerugian terbesar terjadi di gudang logistik Sat Samapta. Peralatan pengendalian massa seperti 200 tameng, 200 helm dalmas, 150 rompi level 1, hingga 300 tabung gas air mata musnah dilalap api.
"Total kerugian di bagian ini ditaksir mencapai Rp1,83 miliar," ujar Ipda Kardi.
Ruang Humas kehilangan lima unit monitor TV, sementara bagian Identifikasi Sat Reskrim kehilangan perangkat digitalisasi sidik jari AK23 dan perlengkapannya senilai Rp638 juta. Kerugian bangunan serta meubelair diperkirakan Rp425 juta.
Hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan tim identifikasi Polres Banjarbaru bersama Polda Kalsel menyimpulkan kebakaran diduga disebabkan insulasi kabel rusak atau terkelupas.
"Diduga kabel telah usang hingga menyebabkan percikan arus listrik keluar dan bersentuhan dengan material bangunan sehingga terjadi kebakaran," ungkap Ipda Kardi.
Meski demikian, Ipda Kardi memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan. "Fokus kami saat ini memastikan pelayanan publik di Polres Banjarbaru tetap berjalan meski banyak peralatan hangus terbakar," pungkasnya.
Editor : M. Ramli Arisno