BANJARBARU - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel mencatat, ada 19 kasus pembunuhan dalam empat bulan terakhir (April-Juli 2025) yang sebagian besar dipicu persoalan sepele namun berakhir tragis.
Yang mengejutkan, mayoritas pelaku bertindak spontan karena dorongan sesaat seperti tersinggung, cemburu, atau dalam pengaruh alkohol.
"Bukan pembunuhan berencana. Tetapi terjadi spontan. Karena pelaku terbiasa membawa senjata tajam," ungkap Direktur Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Frido Situmorang dalam konferensi pers, Jumat (25/7).
Polisi menetapkan 27 tersangka, dengan rincian 26 laki-laki dan satu perempuan. Kasus tersebar di sembilan daerah, yakni Banjarmasin dan Tabalong masing-masing 4 kasus, Kabupaten Banjar 3 kasus, Barito Kuala dan Tanah Bumbu sama-sama 2 kasus, serta Tanah Laut, Tapin, Balangan, dan Hulu Sungai Selatan masing-masing 1 kasus.
Frido menyebut, dua kasus masih dalam penyelidikan, yakni di Hulu Sungai Tengah dengan pelaku ayah dan anak yang buron ke hutan, dan satu lagi di Tanah Bumbu.
Salah satu kasus menyedihkan terjadi di Banjarmasin melibatkan tiga pelajar SMA yang saling berteman. "Korban dan pelaku saling kenal, berteman, tapi akhirnya satu nyawa melayang," sebutnya.
Kasus paling sadis terjadi di Paramasan Atas, Kabupaten Banjar dengan tersangka berinisial FT (30) yang memenggal kepala suaminya sendiri. FT dengan kakaknya yang juga terlibat dalam pembunuhan itu kini sudah diamankan.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief