BANJARMASIN - Setelah menjalani operasi kurang lebih selama 3,5 jam, bocah perempuan yang menjadi korban benang gelasan layangan, akhirnya siuman.
MAP, 7 tahun, kini dirawat di ruang rawat inap RSUD dr Moch Ansari Saleh Banjarmasin.
Operasi dimulai kemarin (10/7) sekitar pukul 11.30 Wita. "Sudah siuman dan dipindahkan ke ruang rawat inap," ujar ibu korban, Happy Noor Azizah (32).
Korban ditangani tim medis sejak Rabu (9/7) sore usai kejadian. "Kondisinya membaik, tetapi belum bisa makan dan minum," tambahnya.
"Robeknya cukup lebar dan mengenai bagian bibir, makanya harus dioperasi," jelas Happy.
Kronologi
Peristiwa itu terjadi saat Happy dan putrinya pulang dari terapi di Jalan Perdagangan, Banjarmasin Utara.
Anaknya meminta duduk di kursi depan sepeda motor, sesuatu yang menurut Happy jarang diminta MAP.
"Saya kira karena dia lelah sehabis terapi. Jadi saya biarkan ia duduk di depan," katanya.
Saat menuju Kuin Cerucuk dan hendak pulang ke Jalan Belitung Darat, di turunan Jembatan Patih Masih tiba-tiba benang layangan membentang dan mengenai mulut anaknya.
Sempat mengenai leher Happy, namun terlindungi oleh jilbab yang dikenakannya.
"Darah mengucur dari mulutnya. Saya panik, beruntung ada pengendara lain yang menolong dan membawa kami ke Rumah Sakit Annisa. Tapi karena itu rumah sakit bersalin, kami dirujuk ke Rumah Sakit Suaka Insan," tuturnya.
Di Suaka Insan, korban mendapat penanganan awal dan diarahkan untuk menjalani operasi plastik. Namun karena keterbatasan biaya dan hanya mengandalkan BPJS, Happy coba membawa anaknya ke Rumah Sakit Siaga. Sayangnya, pihak rumah sakit tidak menerima karena menganggap kejadian tersebut sebagai kecelakaan tunggal di jalan raya.
"Terakhir, kami bawa ke Ansari Salehi, dan alhamdulillah akhirnya bisa dioperasi," kata Happy.
Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pemko dan kepolisian agar tidak ada lagi korban seperti putrinya.
"Sampai sekarang saya masih merasa tidak tenang," tutupnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief