Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Saat Ditanya Cuma Dijawab ‘Babah’, Begini Kondisi Bocah Perempuan 5 Tahun yang Diduga Disekap dan Disiksa Ayah Kandungnya

Riyad Dafhi Rizki • Rabu, 18 Juni 2025 | 11:08 WIB
Kepala UPTD PPA Kota Banjarmasin, Susan.(Foto:Riyad Dafhi Rizki/Radar Banjarmasin)
Kepala UPTD PPA Kota Banjarmasin, Susan.(Foto:Riyad Dafhi Rizki/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan anak oleh ayah kandung yang terjadi di Banjarmasin Barat, mendapat perhatian Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda.

Ananda mengaku pertama kali mengetahuinya dari informasi yang dikirim Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.

"Setelah mendapat informasi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) langsung menangani kasus ini," kata Ananda, Selasa (17/6).

Dikatakannya, pemko berupaya mencegah kasus serupa terulang. "Kami memiliki layanan darurat 112 yang aktif 24 jam. Kalau ada tindak kekerasan terhadap anak, segera laporkan," katanya.

Ananda juga mengingatkan masyarakat bahwa kekerasan kini tidak hanya berbentuk fisik atau verbal, tetapi juga kekerasan siber.

"Kekerasan di internet, seperti pelecehan lewat meme juga serius dan bisa dilaporkan," ujarnya.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Banjarmasin, Susan memastikan kasus dugaan kekerasan yang menimpa bocah perempuan itu telah ditangani.

Pihaknya sudah melakukan dua kali pertemuan dengan si anak terkait kasus tersebut. "Visum sudah dilakukan, dan memang benar ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujar Susan.

Ditanya apakah ada tanda-tanda kekerasan seksual, Susan menjawab, tidak menemukan indikasi ke sana.

Namun, ia mengakui adanya kendala dalam menggali informasi lebih mendalam. Anak tersebut, yang masih berusia lima tahun, cenderung kurang interaktif.

"Ketika ditanya mengenai memar di wajahnya, anak itu hanya menjawab singkat, 'Babah'. Tanpa memberikan penjelasan apakah memar tersebut akibat pukulan atau penyebab lainnya," ujar Susan

Untuk mengatasi hal ini, UPTD PPA akan bekerja sama dengan psikolog. Susan berharap, kehadiran psikolog dapat membantu menggali informasi lebih detail dari sang anak.

"Saat ini, anak tersebut berada dalam pengasuhan ibu kandungnya. Meskipun cenderung pendiam, kondisi fisik dan emosionalnya secara umum baik-baik saja," tutup Susan.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah perempuan berinisial A (5) diduga menjadi korban kekerasan oleh ayah kandungnya sendiri, R (28).

Peristiwa di Banjarmasin Barat ini terungkap setelah keberadaan korban menjadi viral di media sosial.

Bermula saat seorang pembeli rumah yang ditempati R, datang untuk mengecek kondisi bangunan pasca akad jual beli rumah selesai.

Saat ditemukan, A dalam kondisi kotor, memar, kelaparan, dan terpincang-pincang.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Anak #bocah #KDRT #banjarmasin