MARTAPURA - Peristiwa berdarah terjadi di teras Masjid Agung Al-Karomah Martapura. Seorang pria jadi korban penusukan oleh orang yang belum diketahui identitasnya pada Selasa (11/3/2025) malam.
Kejadian ini terekam jelas dalam CCTV masjid.
Di sana terlihat korban sedang menikmati takjil untuk berbuka puasa. Tiba-tiba, seorang pria yang belum diketahui identitasnya itu datang mendekatinya. Tak lama kemudian terjadilah penusukan.
Dari video dan foto amatir yang beredar, terlihat bercak darah di halaman belakang masjid.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Banjar, AKBP M Ifan Hariyat. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan sosok pelaku.
“Kejadiannya sekira pukul 19.00 Wita, di teras masjid,” ungkap Ifan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum terjadi penusukan, korban sempat menegur pria tersebut untuk menjauh gara-gara tercium aroma lem fox yang cukup kuat dari tubuhnya.
Tak lama berselang, pelaku kembali datang dan langsung menikam korban sebanyak dua kali di bagian perut.
Akibat serangan tersebut, korban terkapar bersimbah darah, sementara pelaku langsung melarikan diri.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kondisinya saat ini sudah sadarkan diri, namun belum bisa dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,” ujar Ifan.
Kasus ini, kata Ifan, ditangani oleh Polsek Martapura, yang saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.
"Untuk ciri-ciri pelaku sudah kami pegang berdasarkan dari rekaman CCTV Masjid Al Karomah Martapura," Bebernya.
Dari rekaman CCTV, terlihat terduga pelaku mengenakan kaos berwarna putih memasuki area masjid, kemudian ia melarikan diri usai melakukan perbuatannya.
“Kita sudah perintahkan seluruh jajaran Resmob dan Reskrim untuk mengejar pelaku, Insyaallah secepatnya akan kita amankan,” jelasnya.
Barang bukti berupa pakaian dan sarung korban yang berlumuran darah telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat tindakan kekerasan yang terjadi di tempat umum dan saat momentum berbuka puasa.
“Penyidik akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap motif pelaku serta memastikan keamanan masyarakat di wilayah hukum Polsek Martapura,” tegas Ifan.
Sementara itu, dari informasi yang didapat belakangan, pelaku telah berhasil ditangkap di daerah Takisung, Tanah Laut. “Ini masih di TKP penangkapan,” jawab singkat Kaplsek Matapura, Ipda Muhammad Zulkifli, saat dikonfirmasi.
Editor : Arief