Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jalani Terapi, Malah Meraba: Oknum ASN Pemprov Kalsel Lecehkan Nakes Banjarbaru

M Fadlan Zakiri • Selasa, 14 Januari 2025 | 11:20 WIB
Ilustrasi pelecehan
Ilustrasi pelecehan

BANJARBARU – Kasus pelecehan seksual yang melibatkan pegawai di lingkungan pemerintahan kembali terjadi. Kali ini, pelakunya adalah seorang pria paruh baya berinisial T (58), yang tercatat sebagai salah satu ASN Pemprov Kalsel. Sedangkan korbannya adalah salah satu Tenaga Kesehatan (Nakes) berinisial I yang bekerja di salah satu rumah sakit di Kota Banjarbaru.

Kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Polres Banjarbaru pada 18 Desember 2024 lalu. Namun baru mencuat setelah pihak kepolisian mengupayakan kedua belah pihak agar berdamai.

Upaya damai ternyata tidak diterima suami korban, D (36). Ia mengatakan bahwa istrinya mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut. Karena itulah, ia meminta pihak kepolisian memproses pelaku secara hukum karena tidak ada itikad baik dari pelaku.

"Benar polisi meminta kasus ini damai, tapi kami ingin mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya," ungkap D saat ditemui awak media, Senin (13/1).

Ia menjelaskan bahwa terduga pelaku adalah pasien fisioterapis salah satu rumah sakit di Kota Banjarbaru. Dari informasi yang dihimpun, terduga pelaku merupakan seorang tenaga fungsional yang bertugas untuk mendidik dan melatih para ASN di lingkup Pemprov Kalsel. Ia tercatat sebagai pasien fisioterapi sejak tahun 2019. Si oknum ASN Pemprov Kalsel ini datang satu sampai dua kali dalam sebulan, untuk menyembuhkan sakit pinggangnya.

Aksi pelecehan itu dilakukannya ketika nakes sedang memeriksa tubuh si oknum ASN Pemprov Kalsel tersebut. Sambil tengkurap, tangannya tiba-tiba beraksi meraba tubuh korban.

Menurut pengakuan D, tua-tua keladi itu sudah tiga kali melakukan pelecehan. "Yang terakhir tanggal 11 Desember, dan saat itu direkam istri saya supaya ada bukti," ungkap D.

Merasa tidak nyaman dengan sikap pasiennya, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut di hari itu juga ke dokter kepala instalasi. “Besoknya tanggal 12 Desember lanjut ke manajemen rumah sakit untuk meminta perlindungan hukum,” tuturnya.

Setelah itu, korban kemudian mendatangi Unit PPA di Dinas P3APMP2KB Banjarbaru pada tanggal 13 Desember, dengan tujuan yang sama yakni meminta pendampingan hukum. "Kami mau minta bantuan pendampingan hukum, namun jawabannya dari dinas anggarannya sudah habis, karena sudah akhir tahun," tuturnya.

Lima hari berselang, 18 Desember, korban melaporkan ke Polres Banjarbaru didampingi dua orang dari Unit PPA Dinas P3APMP2KB Kota Banjarbaru. "Kami berharap dengan dilaporkannya ke polisi ada efek jera bagi pelaku, dan supaya tidak ada korban lain lagi," harapnya.

Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi membenarkan ada kasus tersebut, dan masih dalam proses penyelidikan. "Kami sudah melakukan pemanggilan para saksi, korban, dan pelaku," ucap Ipda Kardi.

Saat ini, jelas Kardi, seluruh pihak yang terlibat sudah diperiksa. Termasuk si oknum ASN Pemprov yang saat ini masih berstatus terperiksa dalam kasus dugaan pelecehan seksual nakes.

Salah satu penyebab alotnya penanganan kasus ini karena si oknum ASN Pemprov sempat mangkir dari panggilan polisi pada 6 Januari 2025. Alasannya karena ada kesibukan keluarga.

“Namun pada 9 Januari tadi, yang bersangkutan hadir dan sudah menjalani pemeriksaan oleh Unit PPA Polres Banjarbaru,” jelasnya. “Kasus ini masih diselidiki untuk memastikan ada tidaknya perbuatan tindak pidana kekerasan seksual,” pungkas Kardi.

Kronologis Pelecehan Nakes Banjarbaru

- Oknum ASN Pemprov Kalsel melakukan pelecehan terhadap Nakes di Banjarbaru pada saat menjalani fisioterapis untuk sakit pinggang yang dideritanya sejak tahun 2019.

- Sambil tengkurap, tangan pelaku tiba-tiba beraksi meraba tubuh Nakes.

- Peristiwa ini sudah tiga kali terjadi, dan pada kejadian terakhir direkam korban agar ada bukti.

- Suami korban, D melaporkan peristiwa ini ke polisi, dan menolak untuk berdamai.

- Setelah mangkir saat pemanggilan pertama, pelaku akhirnya hadir menjalani pemeriksaan oleh Unit PPA Polres Banjarbaru.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#asn #asusila #banjarbaru #pelecehan #Oknum