Insiden ini merusak atap sekolah dan menyebabkan kuda-kuda atap patah.
Alhasil, proses belajar-mengajar di sekolah tersebut menjadi kurang nyaman bagi para siswa.
Kepala SDN Piyait, Arbainah menuturkan hanya satu ruang kelas yang terdampak.
Kondisi ini memberikan tantangan ekstra bagi para siswa untuk tetap fokus pada pembelajaran.
"Karena ruangan kelas tidak memungkinkan, jadi pembelajaran kami lakukan di teras sekolah untuk sementara. Mudah-mudahan secepatnya bisa kembali normal," kata Arbainah, Selasa (30/1/2024).
Sementara itu, Guru Pengelola Aset SDN Piyait, Asparin menjelaskan kerusakan atap dan kuda-kuda atap ini diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp10 Juta.
"Anggaran ini diperlukan untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak dan memastikan keamanan siswa, serta kelancaran proses belajar-mengajar," ucapnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, H Rahmi mengaku belum mendapat laporan adanya insiden tersebut.
Namun demikian, pihaknya akan segera melakukan identifikasi dan peninjauan ke lapangan.
"Segera akan kami tindaklanjuti. Terkait penanganan fisik, akan kami kembalikan ke Dinas terkait yang lebih berwenang. Kami hanya menangani kedaruratannya," kata H Rahmi.
Pantauan Radar Banjarmasin, saat ini masyarakat setempat dan sejumlah relawan tengah melakukan pembersihan di lokasi.
Upaya ini diharapkan dapat menormalkan kondisi SDN Piyait menjadi lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Editor : Fauzan Ridhani