Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Miris! Banyak Pelajar di Banjarbaru yang Direhab BNN karena Kecanduan. Segini Jumlahnya..

M Fadlan Zakiri • Senin, 25 Desember 2023 | 05:58 WIB

 

Ilustrasi pelajar kecanduan.
Ilustrasi pelajar kecanduan.

BANJARBARU - Ini perlu menjadi perhatian, pelajar di Banjarbaru ternyata banyak yang jadi pecandu. Hal ini terungkap dari data program rehabilitasi yang dijalankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Banjarbaru selama 2023.

Dalam rilis yang disampaikan BNN Banjarbaru, jumlah pengguna narkotika dan zat adiktif lainnya yang menjalani rehabilitasi tahun ini sebanyak 65 pecandu. Dari angka itu, 31 diantaranya ternyata pelajar.

“Mereka (pelajar yang direhab) pecandu macam-macam. Diantaranya miras oplosan dan obat mengandung Karisoprodol. Itu kita lihat dari hasil skrining,” ungkap Kepala BNN Banjarbaru, AKBP Arif Wahyu Bibitharta, Jumat (22/12) siang.

Arif mengaku miris dengan kondisi tersebut, padahal upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sudah maksimal dijalankan. "Bahkan, kami sudah melibatkan guru, pemuka agama hingga warga dan pelajar dalam program tersebut," katanya.

Ia menyampaikan, untuk menyikapi fenomena ini, pada tahun depan BNN Banjarbaru akan lebih intensif dalam melakukan perekrutan agen P4GN dari kalangan pelajar. “Karena dengan teman sebaya, edukasi tentang bahaya narkoba akan lebih mudah diterima ketimbang orang yang lebih tua dari mereka,” ucapnya.

Nantinya, para pelajar tersebut akan dibekali dengan pengetahuan serta pelatihan khusus dari tenaga ahli tentang bagaimana caranya menjadi agen pemulihan di masyarakat.

“Keterlibatan pelajar sebagai agen pemulihan ini sebenarnya sudah kita jalankan sejak tahun 2020. Satu tahun ada 10 orang pelajar. Dan di tahun depan (2024) program ini akan lebih kami intensifkan lagi,” papar Arif.

Selain itu, lanjut Arif pihaknya sudah melakukan sosialisasi melalui berbagai upaya. Salah satunya adalah dikukuhkannya 10 kelurahan menjadi kawasan bebas narkoba. "Sosialisasi yang kami lakukan selain turun langsung ke lapangan adalah melalui pagelaran seni, sosialisasi melalui media luar ruang. Termasuk juga dengan media cetak dan media online," jelasnya.

Kemudian, selama tahun 2023, Arif mengatakan bahwa pihaknya mengungkap kasus lebih banyak dari tahun sebelumnya. "Tahun ini kami mengungkap lima kasus, sedangkan tahun 2022 hanya tiga kasus,” ujarnya.

Menurutnya, tren peningkatan ini tidak lepas dari pengaruh ditetapkannya Banjarbaru sebagian Ibu Kota Provinsi Kalsel. “Karena seiring jadi ibu kota provinsi, kasus peredaran narkoba di tempat kita memang naik," terangnya.

BNN Banjarbaru menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba. “Capaian ini menjadi langkah awal dalam upaya pemberantasan narkoba dan membangun masyarakat yang lebih sehat,” tuntasnya.

Tren peningkatan kasus ini juga diakui oleh pihak kepolisian. Kasat Res Narkoba Polres Banjarbaru, Iptu A Denny Juniansyah melalui Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO), IPTU Hafiz Rusdin mengatakan, pada tahun 2023 ini pihaknya mengungkap 131 kasus narkoba. Di mana 24 kasus di antaranya masih belum selesai berkasnya alias masih belum P21.

"Barang bukti paling banyak sabu - sabu sebesar 4,5 kilogram, ineks 20 butir. Selain itu juga ada beberapa kasus yang ditemui masyarakat memakai Karisoprodol yang didominasi para pekerja," rincinya.

Pecandu yang Direhabilitasi oleh BNN Banjarbaru

Pelajar: 31 orang
Swasta: 18 orang
Pengangguran: 8 orang
PNS: 1 orang
Wiraswasta: 2 orang
Petani: 1 orang
Buruh: 2 orang

Jadi Bahan Evaluasi Disdik

Sementara itu, banyaknya pasien rehab yang masih berstatus pelajar membuat Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru, Dedy Sutoyo mengaku heran.

Sebab, ia menegaskan bahwa selama ini Pemko Banjarbaru sudah gencar menyosialisasikan tentang bahaya narkotika dan zat adiktif lainnya kepada pelajar di Kota Banjarbaru.

“Penyuluhan di lingkungan sekolah mulai dari guru sampai bekerjasama dengan penyuluh BNN juga masif kita lakukan. Bahkan, kawan-kawan di Satpol-PP juga sudah sering menindak remaja yang nakal,” ucap Dedy saat dikonfirmasi, Minggu (25/12) sore.

Bahkan, kada Dedy, agar hasil penyuluhan itu berjalan maksimal, para guru di Banjarbaru juga dikenalkan langsung dengan barang terlarang tersebut. “Mulai dari lem, obat-obatan terlarang hingga jenis-jenis narkoba lainnya. Supaya mereka tahu bagaimana bentuknya. Tidak hanya sekadar teori saja,” tambahnya.

Meski demikian, angka yang diungkapkan BNN tersebut diakuinya akan jadi bahan evaluasi di Disdik Banjarbaru dalam melaksanakan penyuluhan. “Kalaupun masih ada dari kalangan pelajar, berarti ini seperti fenomena gunung es. Di permukaan tidak terlihat, tapi korban atau pasien rehab terus masih ada,” tukasnya.

Ia menduga, jika para pasien rehab tersebut merupakan para pelajar yang ngeyel dengan nasihat guru dan orang tuanya sendiri. Meski demikian, Dedy mengakui bahwa hal ini tentu jadi PR bagi pihaknya. Sebab yang dikhawatirkan, para siswa mendapatkan narkoba dari lingkungan luar, alias di luar jam dan lingkungan sekolah.

“Sebab pengawasan kami sebagai tenaga pendidik terbatas di lingkungan sekolah saja. Sedangkan kegiatan mereka di luar, tidak bisa terpantau oleh kami,” ujarnya.

Karena itulah, ia mengimbau kepada orangtua agar bisa melihat dan mengenali serta mengetahui seluruh aktivitas anak-anaknya. "Para orang tua harus sering berkomunikasi dengan anak-anak. Apalagi apabila anak sudah diberi sepeda motor, Hp dan diizinkan keluar malam hari," pintanya.

“Orang tua harus aktif dan kita semua ikut bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi anak-anak kita," pungkasnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#Sekolah #narkoba #banjarbaru #Pendidikan #pecandu