Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan pada Dinas Kehutanan Kalsel, Syarif Rachman mengatakan, tahura ditutup sejak Selasa (5/9) hingga waktu yang belum ditentukan. "Nanti kalau sudah dibuka, akan kami umumkan kembali," katanya, kemarin.
Tahura Sultan Adam memang beberapa kali dilanda karhutla. Senin (4/9) tadi misalnya, api membakar kawasan ini pada siang hari. "Sudah puluhan hektare yang terbakar di tahura. Agustus tadi saja, tercatat ada 25 hektare," ujar Syarif.
Proses pemadaman karhutla di Tahura Sultan Adam tak hanya melalui darat. Tapi juga lewat jalur udara menggunakan helikopter water bombing.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel, Pormadi Dharma mengatakan, pihaknya mengerahkan dua unit heli untuk melakukan pemadaman ke kawasan itu.
"Dua helikopter di Tahura dan dua unit lagi di kawasan Liang Anggang," kata Pormadi.
Namun upaya pemadaman dengan helikopter water bombing hanya bisa dilakukan hingga sore hari. Sedangkan api biasanya masih berkobar hingga malam hari.
Anggota Manggala Agni Daops Banjar, Muhammad Fauzan mengatakan, pada malam hari pihaknya melakukan upaya pemadaman dengan alat pompa punggung.
"Kalau siang ada bantuan heli water bombing. Dan malamnya kami pakai jet shooter (pompa punggung)," ujarnya.
Senada dengan Pormadi, Fauzan mengaku pihaknya hingga kini masih belum mengetahui total luasan lahan yang terbakar di wilayah tahura. "Masih pengukuran di lapangan, termasuk titik apinya juga belum diketahui," katanya. (zkr/mr159/yn/ris) Editor : Arief