Informasi dihimpun Radar Banjarmasin, peristiwa itu terjadi Senin (30/7) pagi, sebelum apel pagi sekitar pukul 07.00 Wita. "Kejadiannya di dalam kelas. Korban didatangi pelaku, lalu diserang dengan senjata tajam hingga luka," ungkap salah seorang pelajar kepada Radar Banjarmasin.
Keduanya merupakan siswa kelas X, namun beda kelas. "Sama-sama kelas X, pelaku kelas XK dan korban kelas XD," ujarnya.
Latar belakang masalahnya, karena pelaku sering diejek korban, soal kartun idola asal Jepang. Korban ternyata juga saling kenal dengan pelaku, yakni berteman sejak sama-sama di SD swasta di Banjarmasin. "Dulu pernah satu sekolah SD. Pelaku menyimpan lama amarahnya sejak SD karena sering dibully, dan akhirnya pecah saat sekolah SMA ini," katanya.
Sementara itu, aktivitas mengajar dan belajar di SMAN 7 Banjarmasin tetap normal. Radar Banjarmasin mencoba konfirmasi dengan pihak sekolah, namun belum ada yang berani berkomentar.
Wakasek Bidang Kehumasan SMAN 7 Banjarmasin, Agung S saat dihubungi wartawan ini melalui sambungan telepon dan pesan WA belum merespon.
Terpisah, orang tua pelaku berada di Polresta Banjarmasin. Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Thomas Afrian membenarkan adanya kejadian peyerangan menggunakan senjata tajam di SMAN 7 Banjarmasin.(lan/oza) Editor : Muhammad Helmi