Foto-foto insiden tersebar di beberapa akun publik. Yang membuat insiden ini jadi obrolan lantaran kedua pihak yang terlibat insiden rupanya meregang nyawa. Yang mana sebelumnya disebut jika pengendara ini berhasil selamat.
Dari penelusuran Radar Banjarmasin, laka lantas maut ini terjadi pada Rabu (28/9) petang. Pihak yang terlibat adalah dua pengendara roda dua (R2). Pemotor bebek Honda Supra dengan pemotor Honda Tiger.
Menurut informasi terhimpun, pemotor masing-masing mengendarai seorang diri. Keduanya dikabarkan sempat bernafas namun meninggal dunia saat perawatan di rumah sakit.
Adur, salah satu relawan emergency menceritakan kalau saat di TKP, kedua korban sudah bersimbah darah. Luka parah menurutnya di bagian kepala karena benturan ke aspal.
"Masih bernafas saat di lokasi dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Informasinya korban meninggal saat di perjalanan dan juga saat dirawat," ujarnya.
Adapun, kepolisian memberikan keterangan resminya kemarin (29/6). Dari versi polisi, bahwa kecelakaan ini memang melibatkan dua pemotor R2.
Untuk identitasnya, pemotor Honda Tiger diketahui bernama Apriansyah, remaja berusia 20 tahun asal Banjarmasin. Sementara pengendara motor Honda Supra adalah Iman Rosadi, laki-laki berusia 68 tahun asal Landasan Ulin.
"Untuk status kedua korban MD (Meninggal Dunia). Namun bukan di TKP, karena sempat dievakuasi dan meninggal saat perawatan di RS," kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Dody Harza Kusuma melalui Kasi Humas, AKP Tajuddin Noor.
Lantas bagaimana kronologis laka lantas maut ini? Menurut Tajuddin, bahwa insiden ini diduga karena unsur ketidaksengajaan. Meskipun katanya masih belum kesimpulan final.
"Untuk data awalan, pengendara Supra mulanya datang dari arah bandara lana menuju arah bundaran Kamaratih. Saat di TKP pengendara berputar arah dan tertabrak oleh pengendara Tiger yang datang dari arah sebaliknya," pungkasnya. (rvn/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi