Dalam potongan video yang beredar, seorang ibu-ibu yang mengenakan daster biru itu tampak emosi dan terus mengumpat kepada pria di depannya. Tak dihiraukan, dia kemudian memukul bagian belakang badan pria tersebut.
Disaksikan sejumlah orang, wanita diketahui bernama Siti Risnayanti, berusia 28 tahun itu bahkan menarik baju dan membanting pria tersebut ke tanah, layaknya aksi di Smack Down. Dia kemudian mengamuk lagi dan menghajar lawannya tersebut.
Seorang pria lain sempat mau melerai perkelahian itu, namun Siti Risnayanti malah naik pitam. "Kenapa nyawa kasian? Maling neneh, maka mancuntan hp urang (kenapa kamu kasihan? Dia maling, mencuri HP orang)," teriak emak-emak tersebut dalam video.
Melihat kejadian itu viral, Polsek Mataraman langsung memanggil semua orang yang terlibat di video tersebut untuk dilakukan mediasi, kemarin (11/4) pagi. Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasi Humas Polres Banjar Iptu Suwarji mengatakan, ada empat orang yang dipanggil di Polsek Mataraman.
Selain Siti Risnayanti dan pria yang dipukulinya: Sabirin, 22. Juga anak Siti bernama Putri Rahayu, 18 dan temannya Sabirin, yakni Ruspandi, 27. Putri Rahayu ikut dimediasi lantaran di potongan video lainnya, dia terlihat melempar kursi ke Ruspandi.
Suwarji mengungkapkan, atas kejadian tersebut semua pihak yang berkaitan dengan pencurian dan kekerasan sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan.
Dia menyebut, perdamaian disaksikan oleh para saksi dan diketahui oleh Kepala Desa Simpang Tiga, Kecamatan Mataraman dan Kepala Desa Sungai Raya Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar.
Terkait aksi pemukulan, Suwarji menceritakan, kejadian itu berawal dari permasalahan pencurian satu unit ponsel merk oppo A54 warna hitam dengan kerugian Rp2.700.000 yang dilakukan oleh pengunjung bernama Sabirin. Pada Minggu (10/4), pukul 00.30 Wita, di warung di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Mataraman.
Setelah itu, Risnayanti dan putrinya yang mengetahui kejadian tersebut meminta Sabirin dan temannya: Ruspandi untuk mengembalikan ponsel tersebut.
"Risnayanti dan putrinya yang emosi kemudian melakukan kekerasan fisik terhadap Sabirin dan Ruspandi," ujar Suwarji.
Berkaca dengan kejadian tersebut, dia mengimbau masyarakat apabila menghadapi permasalahan jangan main hakim sendiri. "Tapi laporkan ke kepolisian terdekat, sehingga permasalahan dapat diatasi atau diselesaikan dengan baik," imbaunya.
Dia juga meminta kepada masyarakat agar lebih berhati-hati apabila menaruh barang berharga. "Simpanlah di tempat yang lebih aman agar tidak mengundang niat jahat orang lain, karena kejahatan terjadi tidak hanya ada niat tapi bisa terjadi karena ada kesempatan," pungkasnya. (ris/by/ran)
GARA-GARA TERGIUR HAPE ACIL WARUNG
1) Minggu (10/4), pukul 00.30 Wita, Sabirin dan Ruspandi mengunjungi warung milik Siti Risnayanti di tepi jalan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Mataraman.
2) Saat berkunjung itu, Sabirin tiba-tiba tergiur handphone merk oppo A54 warna hitam milik Risnayanti. Dia menilapnya dengan cepat, namun ketahuan oleh Risnayanti.
3) Risnayanti langsung berteriak meminta Sabirin mengembalikan ponsel itu. Tak hanya itu, dia langsung mengamuk dan menghujani Sabirin dengan pukulan. Dia juga membanting Sabirin. Sementara putrinya, Putri Rahayu melempar Ruspandi dengan kursi. Editor : Arief