Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Akhir Tragis Supriadi, Owner Travelindo yang Gelapkan Dana Jemaah

Muhammad Helmi • Senin, 18 Januari 2021 | 09:28 WIB
akhir-tragis-supriadi-owner-travelindo-yang-gelapkan-dana-jemaah
akhir-tragis-supriadi-owner-travelindo-yang-gelapkan-dana-jemaah

BANJARMASIN - Sempat dinyatakan kabur, Bos Travelindo Banjarmasin Supriadi, 48, akhirnya tertangkap. Dia dibekuk di sebuah hotel di Jalan Naga Sari, Banjarmasin Tengah, Jumat (16/1) tadi.


Supriadi ditangkap karena dilaporkan melakukan penipuan melalui usaha travelnya. Dia menggelapkan dana jemaah di Kalsel yang hendak berangkat ke tanah suci.


Kasus ini berawal dari seorang wanita bernama Heny yang melapor karena dirugikan uang sebanyak Rp862 juta."Terjadi di tahun 2017," ucap Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi, kemarin. Dia mengatakan Supriadi menilap Rp862 juta yang disetorkan itu namun tidak merealisasikan keberangkatann.


Ditengarai hal ini juga terjadi pada banyak pihak yang telah telanjur menyetor ke Travelindo. Dana mereka hilang sementara janji dari pemilik travel hanya tinggal janji. Supriadi sendiri malah menghilang dan sulit dihubungi. Dia kemudian menjadi buruan polisi.


"Selama menjadi DPO, persembunyiannya selalu berpindah-pindah hingga ke Surabaya dan Jakarta. Tetapi kami bisa melacak keberadannya dan berhasil menangkap di salah satu hotel di Banjarmasin Tengah," ungkapnya.

Alfian, mengimbau bagi masyarakat yang menjadi korban bisa datang ke Satreskrim Polresta Banjarmasin untuk memberikan laporan. Dia mengatakan sejauh ini sudah banyak jemaah yang datang ke kantor polisi. yak.


"Selain Heny, hari ini (17/1) datang laporan ke kami, nilai kerugian sebesar Rp400 juta dan para korban yang lain masih kita tunggu. Begitu juga dengan keterlibatan orang lain itu masih kami kembangkan dan dalami," pungkas Alfian.


Supriadi dibekuk tim gabungan Macan Ditkrimum Polda Kalsel dan Macan Satreskrim Polresta Banjarmasin, Jumat (16/1). Dia kami tangkap, bersama dengan isteri mudanya di Hotel. Keberadaan Supriadi, sempat sulit dicari dikarenakan berpindah-pindah tempat tinggal," ucap perwira yang memimpin penangkapan itu, Iptu Joni Arif.



Sempat Beralih Bisnis Ayam


Perjalanan bisnis Supriadi, bos Travelindo group harus berakhir dramatis. Di tahun 2008 ia berhasil membangun bisnis lewat bisnis outsourcing PT Adistama dan travel umrah dan haji lewat PT Travelindo Lusiyana yang dibeli dari kepemilikan orang lain.


Setelah membeli PT Travelindo Lusiana yang memang sudah mengantongi izin umrah dan haji resmi dari Kementerian Agama, Supriadi mampu membawa Travelindo menjadi salah satu travel umrah dan haji terbesar di Kalimantan Selatan, bahkan beberapa kali mendapat penghargaan dari Garuda Indonesia karena jumlah penumpang umrahnya yang sangat banyak setiap tahunnya.


Dalam perjalanan bisnisnya Travelindo mampu membangun kantor yang menjadi kantor termegah untuk kelas travel umrah dan haji di Kalsel pada saat itu.


Kantor megahnya di kawasan Banua Anyar ini diresmikan Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan, kantor dengan dua lantai ini dilengkapi lift untuk calon jemaah yang ingin mengurus perjalanan haji dan umrahnya.


Travelindo pada saat itu menjadi leader travel umrah dan haji, seperti menggelar manasik pertama di hotel berbintang dan masuk lounge di ruang tunggu bandara untuk keberangkatan jemaahnya. 


Tak hanya itu, Supriadi juga mampu mendirikan anak perusahaan Banu Mibras Wisata (BMW) untuk mengambil segmen pasar kelas menengah dengan menawarkan harga-harga termurah dan fasilitas terlengkap.


Dari 2008 hingga 2014 perjalanan bisnis umrah dan haji Travelindo group sangat sukses, sosok Supriadi semakin terkenal karena sangat royal dan sering memberkan umrah gratis kepada masyarakat dan instansi termasuk kepolisian.


Tak hanya itu, ia juga pernah memberikan hadiah mobil kepada jemaah umrah yang beruntung lewat undian umrah yang sempat tiga kali digelarnya.


Undian umrah berhadiah mobil ini semakin membuat masyarakat tertarik dengan Travelindo. Belum.lagi beragam.bonus diberikan dengan harga yang lebih murah dengan pelayanan bintang lima.


"Kami ingin menjadi travel umrah dan haji terbesar tidak.hanya di Kalsel tapi di Indonesia," ungkapnya beberapa tahun lalu.


Demi mewujudkan ambisinya, Supriadi mendirikan cabang diluar Kalsel seperti Jakarta, Surabaya, Makasar hingga Kaltim dan Kalteng.


Seiring bisnis yang meroket, gaya hidupnya pun semakin meningkat. Mobil mewah menjadi tungangannya, pakaian bermerek, handphone cangih hingga asesoris lain yang harganya premium, belum lagi liburan bersama keluarga ke luar negeri yang menjadi hobinya.


Ia pun sering bolak balik Banjarmasin-Mekkah beberapa kali dalam sebulan untuk mengurus bisnisnya, seperti perjalanan Banjarmasin-Jakarta saja.


Namun kesuksesan Travelindo hanya bertahan sekitar 8 tahun, pada tahun 2015 pelayanan umrah dan haji Travelindo dirasakan makin menurun. Bahkan jemaah haji tahun 2015 yang diberangkat Travelindo melayangkan protes karena pelayanannya yang buruk dan sempat ramai di media masa.


Namun dengan beragam cara ia berhasil meredam dan orang kembali percaya untuk memilih Travelindo untuk haji dan umrah.


Sayangnya, bukannya makin membaik, justru masalah demi masalah kembali melanda Travelindo dan anak perusahaannya BMW. Lagi-lagi soal pelayanan yang tidak memuaskan, bahkan banyak jemaah yang tertunda dan tidak diberangkatkan.


Pada 2019, kasus sempat merebak karena jemaah haji Travelindo terlambat berangkat. Mereka sempat protes ke kantor dan akhirnya bisa diberangkatkan setelah polisi turun tangan. Supriadi harus membayar miliaran untuk memberangkatkan jemaah haji di 2019.


Supriadi terus berusaha memperbaiki bisnisnya, bahkan ia sempat memperkenalkan manajemen baru di bawah pimpinan anaknya sendiri untuk mengangkat lagi bisnis Travelindo group, namun tetap.tak membuahkan hasil. 


Hingga akhirnya banyak jemaah yang tidak berangkat akhirnya melapor ke pihak berwajib. Ada beberapa yang bisa diselesaikan dan ada yang tidak bisa dibayarkan karena nilanya tidak sedikit .


Di tengah krisis kepercayaan masyarakat terhadap Travelindo, Supriadi justru kembali merintis bisnis ayam Borneo Chichen di Juli 2020. Peresmian bisnis baru digelar di Hotel Berbintang dan dihadiri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.


Supriadi sepertinya akan sukses dengan bisnis barunya yang mampu memiliki ratusan reseler untuk penjualan ayam potongnya. Namun dia seperti kehilangan kemampuannya. Bisnis ini ternyata hanya bertahan beberapa bulan.


Ia pun akhirnya menghilang seiring banyaknya laporan calon jemaah umrah dan haji ke polisi. Ketua Apindo Kalsel ini harus menerima nasib menjadi DPO dan akhirnya tertangkap pada 16 Januari 2021. (lan/ran/ema)

Editor : Muhammad Helmi