BANJARMASIN - 18 Kilogram Sabu gagal beredar di Kalsel. Narkoba tersebut dibawa oleh dua orang kurir melalui jalur udara. Keduanya diamankan pada Minggu (21/5) sekitar pukul 11.00 Wita di kawasan Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru.
Kedua pelaku memiliki nama panggilan sama. Hanya nama panjangnya yang beda. Syamsir Rahmadi alias Madi (28) dan Rahmadi alias Madi (23). Keduanya merupakan warga Sungai Danau, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).
Meski masih muda, mereka sudah masuk dalam jaringan narkoba internasional. “Sabu tersebut merupakan barang dari jaringan Malaysia,” kata Kepala Polda Kalsel Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana dalam press rilis di depan kantor Polda Kalsel, Senin (21/5) siang.
Untuk mengelabui petugas, pelaku mengemasnya dalam Abon Balado sebanyak dua kardus. Kardus pertama berisi 23 paket terdiri 20 paket sabu dan 3 paket serbuk putih bernama ketamine. Beratnya 11.2 Kg. Dalam kardus kedua berisi 17 paket, beratnya 6,7 kg. Total keseluruhan 18 kg.
Kedua pelaku cukup licin. Supaya terhindar dari penciuman petugas, para pelaku selalu berpindah-pindah tempat tinggal. Kadang di Jakarta, Padang dan kota-kota lainnya. Diduga gudang penyimpanan sabu mereka pusat kan di Padang.
“Kedua pelaku kita tangkap saat berada di tepi Jalan Angkasa RT 15, Kelurahan Syamsuddin Noor, Landasan Ulin,” terangnya. Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena berupaya kabur saat hendak ditangkap.
Terungkapnya perbuatan pelaku setelah sebelumnya tanggal 21 Maret 2018, Ditresnarkoba meringkus Akmal Yazid yang membawa sabu seberat 754,9 gram. Berdasarkan hasil pengembangan diketahui, barang haram tersebut berasal dari Malaysia dibawa menuju Padang kemudian ke Jakarta dan akhirnya masuk ke Banjarmasin. Mereka mengambil jalur udara. “Setelah kita selidiki akhirnya kita berhasil mengungkap ini,” katanya.
Madi sendiri mengaku kalau mereka sudah dua kali membawa barang ke Banjarmasin. Pertama beratnya hanya 750 gram. Upahnya 8 juta. “Kalau yang ini diupah Rp50 juta sekali antar,” katanya.
Namun Madi mengatakan tidak mengetahui siapa orang yang menyuruhnya. Sebab dia hanya berhubungan melalui BlackBerry Messenger (BBM). Sehingga tidak mengetahui dengan jelas. “Hubungannya lewat BBM saja,” jelasnya. (gmp/ay/ran)
Editor : Arief