RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Tak semua perempuan muda tumbuh dengan rasa percaya diri. Sebagian harus melewati luka yang tak mudah dilupakan sebelum akhirnya menemukan jalan untuk bangkit. Kisah itu dialami Stela Angelica Putri.
Mahasiswi STIA Amuntai ini pernah menjadi korban perundungan saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Pengalaman tersebut membuatnya tumbuh sebagai pribadi yang pendiam, sulit percaya diri, dan terbiasa memendam masalah seorang diri.
Namun, luka masa kecil itu justru menjadi titik balik perjalanan hidupnya.
Stela menyadari masih banyak orang yang mengalami hal serupa. Dari sanalah muncul tekad untuk menjadi sosok yang mampu mendengar, menguatkan, dan memberi harapan bagi mereka yang sedang berjuang.
"Kalau saya pernah merasakan bagaimana rasanya tidak punya tempat bercerita, mungkin masih banyak orang lain yang juga sedang merasakan hal yang sama," tuturnya.
Memasuki jenjang Madrasah Aliyah, Stela mulai keluar dari zona nyamannya. Ia aktif mengikuti organisasi, belajar berbicara di depan umum, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.
Baginya, kebahagiaan bukanlah soal banyaknya penghargaan yang diraih, melainkan ketika bisa membantu orang lain kembali menemukan semangat hidup.
Kini, perempuan kelahiran Amuntai, 26 Oktober 2006, itu dipercaya memimpin Forum GenRe Indonesia Cabang Hulu Sungai Utara periode 2026–2027. Ia juga aktif di KOSEMA STIA Amuntai dalam berbagai program kesehatan dan pengabdian masyarakat, menjadi talent SINEMA STIA Amuntai, bergabung dengan HMI Cabang Amuntai, serta menjadi bagian dari Komunitas Literasi Sebuku.
Menurut Stela, organisasi bukan sekadar tempat mencari pengalaman atau mengumpulkan sertifikat.
"Organisasi mengajarkan saya bahwa solusi lahir ketika kita mau mendengar. Kadang orang tidak membutuhkan seseorang yang paling pintar. Mereka hanya butuh ada yang mau hadir," ujarnya.
Semangat tersebut juga membawanya aktif dalam isu kepemudaan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sebagai Duta Anti Narkoba dan narasumber di berbagai kegiatan bersama Badan Narkotika Nasional, Stela memilih melihat persoalan narkoba dari sisi kemanusiaan.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak selalu berawal dari rasa ingin tahu. Banyak remaja terjerumus karena kehilangan arah hidup, kurang mendapat perhatian keluarga, tidak memiliki ruang bercerita, atau hanya ingin diterima lingkungan.
Karena itu, ia meyakini pencegahan tidak cukup dilakukan melalui larangan semata. Yang lebih penting adalah menghadirkan lingkungan yang mau mendengar, merangkul, dan memberi harapan.
Keyakinan itulah yang membuatnya lebih sering turun langsung berdialog dengan para remaja daripada sekadar menyampaikan materi sosialisasi.
Sebagai Pelatih PIK-R MAN 2 Hulu Sungai Utara, sekolah yang dulu mengantarkannya menjadi Ketua PIK-R, Stela ingin menjadi sosok yang dulu ia butuhkan saat masih dipenuhi rasa takut dan kurang percaya diri.
Di luar aktivitas organisasi, kecintaannya pada dunia komunikasi membuatnya aktif sebagai narasumber, pemateri, master of ceremony, hingga wedding content creator. Ia juga rutin membuat konten edukatif di media sosial.
Bagi Stela, media sosial bukan sekadar tempat membangun popularitas.
"Kalau satu video yang saya buat bisa membuat satu orang berani ikut organisasi, berhenti menghakimi orang lain, atau berani meminta bantuan ketika sedang terpuruk, menurut saya itu sudah sangat berarti," katanya.
Tak banyak yang tahu, Stela juga memiliki hobi unik, yakni beatbox. Hobi yang ditekuninya sejak 2020 itu bahkan mengantarkannya meraih sejumlah prestasi tingkat nasional.
"Kadang suara yang dianggap aneh justru bisa menjadi karya ketika kita percaya diri," ujarnya.
Meski telah mengoleksi berbagai prestasi, Stela tak ingin dikenang hanya karena deretan penghargaan.
"Saya ingin dikenal sebagai perempuan yang membuat orang lain percaya bahwa mereka juga bisa bangkit," ungkapnya.
Baginya, setiap anak muda memiliki kesempatan untuk memberi manfaat, tanpa harus menunggu memiliki jabatan, gelar, atau kemampuan yang sempurna.
"Kalau kita belum bisa mengubah dunia, setidaknya jangan lelah mengubah lingkungan terdekat kita. Karena perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian yang kecil," pungkasnya.
Profil Singkat
Nama : Stela Angelica Putri
TTL : Amuntai, 26 Oktober 2006
Pendidikan : Mahasiswi STIA Amuntai
Kutipan Inspiratif : "Carilah cahaya bukan hanya untuk sendiri, namun agar kita dapat ikut menerangi jalan orang lain."
Prestasi :
1) Juara 1 Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Provinsi Tingkat Kabupaten Hulu Sungai Utara 2026.
2) Duta Inspirasi Indonesia 2025.
3) uta Aksi Sosial Indonesia 2025.
4) Duta Mahasiswa Baru STIA Amuntai 2024.
5) Lulusan Siswa Berprestasi Nonakademik MAN 2 Hulu Sungai Utara Tahun Pelajaran 2023/2024.
6) Juara Duta Anti Narkoba pada Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Hulu Sungai Utara 2023.
7) Juara 1 Putri Duta GenRe Kecamatan Amuntai Tengah 2023.
8) Juara 1 The Champion Kalsel Umum Beatbox Battle Female 2020.
9) Runner-up Beatbox Female Battle 2021.
10) Juara 2 Kalbar Beatbox Battle Online Fun Vol. 1 Tahun 2021.