Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Syaidatul Fitria: Bukan Hanya Pukau Penonton, Menari untuk Melestarikan Budaya

Zulvan Rahmatan • Sabtu, 7 Maret 2026 | 21:21 WIB

 

Syaidatul Fitria
Syaidatul Fitria

BANJARMASIN – Di tengah kesibukan dunia kerja dan kehidupan pribadi, seorang wanita muda asal Banjarmasin, Syaidatul Fitria, memilih jalan berbeda. Baginya, karier bukanlah satu-satunya tujuan hidup. Ada panggilan hati yang lebih besar, menjaga dan melestarikan seni tari tradisional Banjar.

Lahir pada 19 Desember 2001, Fitria kini menyandang predikat Galuh Banjar Berbakat Kota Banjarmasin Tahun 2025. Gelar itu bukan sekadar penghargaan, melainkan simbol dedikasi terhadap budaya daerah. “Saya ingin berdedikasi dan berkontribusi lebih luas sesuai slogan saya, Kenali Budaya, Lestarikan Warisan, dan Banggakan Banua,” ujarnya.

Proses tersebut tentu tidak mudah, ia harus pintar-pintar membagi waktu antara latihan, kegiatan resmi, pekerjaan dan kehidupan pribadi. Meski demikian, semua itu seakan ringan karena dijalani dengan cinta dan komitmennya terhadap budaya daerah.

Kecintaan Fitria terhadap seni tari tradisional tumbuh sejak kecil. Berasal dari keluarga pecinta seni, ia terbiasa hidup dekat dengan budaya Banjar. Dari panggung ke panggung, ia menari bukan hanya untuk memukau penonton, tetapi juga untuk mengajak generasi muda mencintai warisan leluhur.

Sebagai penari, Fitria kerap tampil dalam berbagai acara, mulai dari penyambutan tamu kehormatan, festival budaya, hingga event nasional dan internasional. Tari klasik Banjar seperti Radap Rahayu, Baksa Kembang, dan kreasi Japin Melayu menjadi repertoar andalannya. “Biasanya saya tampil mewakili Kota Banjarmasin dalam event tingkat nasional maupun internasional sebagai bagian dari promosi budaya,” tuturnya.

Baginya, menjadi Galuh Banjar bukan hanya tentang tampil cantik di panggung. Lebih dari itu, ia melihat peran ini sebagai kesempatan untuk membawa nama daerah, bertemu tokoh-tokoh inspiratif, dan merasakan kebanggaan ketika budaya Banjar diapresiasi di berbagai kesempatan. “Sebagai pegiat seni tari tradisional sekaligus Galuh Banjar, ini sangat membanggakan,” katanya. 

Syaidatul Fitria

Tempat Tanggal Lahir: Banjarmasin, 19 Desember 2001
Hobi: Menari dan Olahraga Bulutangkis
Prestasi/pengalaman:
- Juara I “Festival Pawai Nusantara Provinsi KalimantanSelatan Tahun 2023
- Penyaji Terbaik IV Festival Serumpun Melayu Pesisir V BaritoKuala Tahun 2023
- Penari “Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival 2023”
- Penari “International Mask Festival Tahun 2024 Solo, Surakarta”
- Penari “Penyambutan Kunjungan Kerja Panglima Koarmada IIndi LANAL Banjarmasin Tahun 2025”
- Pemenang Predikat Galuh Banjar Berbakat Kota Banjarmasin Tahun 2025

Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#for her #Tari #Perempuan