MARABAHAN – Di balik sikap sederhana dan pemalu, Ni Made Arum Citra Dewi menyimpan bakat seni yang patut diperhitungkan. Remaja putri berusia 15 tahun asal Desa Dwipasari, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, kini aktif menekuni dunia tari tradisional Bali, sebuah warisan budaya yang ia rawat dengan penuh kesungguhan.
Arum, siswi kelas X SMA Negeri 1 Wanaraya, mengisi kesehariannya bukan hanya dengan pelajaran sekolah. Di luar jam belajar, ia rutin berlatih di Sanggar Sekhe Joged Bumbung Sekar Jagat. Sanggar yang berdiri di kawasan transmigrasi warga Bali di desanya. Dari tempat itulah, ia menyalurkan minat sekaligus memperdalam keterampilan menari.
Baru-baru ini, Arum tampil memukau dalam perayaan Hari Raya Kuningan sekaligus peresmian Pura Bentar. Dengan gerak luwes dan penuh percaya diri, ia menari di hadapan Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo, serta tamu undangan.
Penampilan itu menambah deretan panggung yang pernah ia jajaki, mulai dari Palingkau Lama, Tamban, hingga Desa Terusan, Kalimantan Tengah, dalam berbagai acara selamatan maupun pernikahan.
Perjalanan Arum di dunia tari dimulai sejak duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. Tarian pertamanya adalah Rejang Dewa, sebuah tarian sakral yang diperuntukkan bagi anak-anak. Memasuki masa SMP, ia semakin berkembang dengan menguasai Rejang Sari, Rejang Anyar, hingga Taksu Buana.
Dalam setiap pementasan keagamaan, Arum tampil bersama rekan-rekan penari, dibimbing langsung oleh pelatih sanggar. “Bukan soal saweran, yang paling penting adalah ikut melestarikan seni budaya,” ucap Arum.
Kini, meski masih belia, Arum menyimpan mimpi besar. Ia ingin dikenal sebagai penari sekaligus bercita-cita menjadi guru seni tari agar dapat menjaga dan mewariskan budaya Bali. Keinginan membanggakan orang tua dan para pembimbingnya menjadi dorongan utama.
Namun, masa depan belum sepenuhnya pasti. Faktor ekonomi keluarga membuatnya ragu apakah bisa melanjutkan kuliah setelah lulus SMA. Meski demikian, niat untuk menempuh pendidikan tetap ada, sembari menyiapkan diri jika harus langsung bekerja.
Ke depan, Arum berharap dapat mengikuti lomba tari untuk membawa nama baik sekolah maupun desanya. “Yang penting ada niat dan terus belajar,” tutupnya dengan senyum malu-malu.
Ni Made Arum Citra Dewi
Usia: 15 tahun
Asal: Desa Dwipasari, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala
Pendidikan: Siswi kelas X SMA Negeri 1 Wanaraya
Cita-cita: Menjadi guru seni tari, melestarikan budaya Bali